Pesisir Selatan, Prokabar — Hasil produksi padi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar pada dua tahun terakhir terjun tukik.
Data dihimpun Prokabar.com di Kantor Badan Pusat Statistik (Pessel), Kamis 28 November 2019, sepanjang dua tahun terakhir hasil produksi panen padi di daerah tersebut turun dibandingkan dengan tahun 2017.
Faktanya, produksi padi Pesisir Selatan di 2018, 187.009 ton, dengan luas panen 37.128 hektare dan produktivitas 5.04 ton per hektare.
Angka itu turun dari tahun 2017 376.972 ton, dengan luas panen 67.577 hektare, dengan produktivitas 5.5 ton per hektare. Penyebab turunnya adalah luas produksi tanam yang berkurang dan alih fungsi lahan juga memengaruhi.
Hingga saat ini tidak ada kesepakatan antara Pemerintah Daerah dengan BPS soal luas tanam dan lahan. Penetapan luas dan lahan dan tanam dari Pemkab hanya menggunakan perkiraan kasat mata sedangkan BPS menggunakan alat satelit.
“Ya, benar termasuk tahun 2019 ini, karena lahan pertanian kita selain terserang hama juga irigasi kita kurang memadai, “kata Nuzirwan pada wartawan.
Selain itu, ungkapnya, alih pungksi lahan turut memicu turunnya angka produksi di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona’ ini. Namun, alih pungsi lahan tersebut tidak lah signifikan.
“Yang paling parah itu hama wereng dan diikuti dengan irigasi tidak memadai, “tutupnya. (min)
















