Gawat, Empat Jembatan di Pasaman ‘Siap’ Menunggu Korban

Penulis -

Rabu, 4 September 2019 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Empat unit jembatan penghubung empat kejorongan di Nagari Muaro Tais Koto Gadang Kecamatan Mapattunggul sangat memprihatinkan. Bahkan kondisinya siap untuk korban jiwa bagi ribuan warga yang melewati jembatan tersebut.

Empat unit jembatan yang rusak parah tersebut adalah jembatan Sungai Bosar, jembatan Lubuk Linjuang, jembatan Aka Simpik dan jembatan Sungai Ngebah.

Salah seorang Warga Jorong Kubu Baru, Undri merasa sedih dan pilu melihat kondisi empat unit jembatan menuju kampung mereka. Tidak hanya jembatan, jalanpun berlumpur bagaikan kubangan kerbau.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sangat miris sekali kondisi inprastruktur di kampung kami. Kondisi ini sudah bertahun-tahun. Bahkan sudah ada mobil warga yang membawa jagung petani yang terpuruk akibat kayu alas jembatan ambruk atau patah” jelas Undri, Rabu (4/9).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu Anggota DPRD Pasaman Fraksi PAN, Yulisman mengalu sangat miris sekali melihat kondisi jembatan dan jalan menuju kantor walinagari dan jorong-jorong di Nagari Muaro Tais Koto Gadang. Dinilainya, ini sangat perlu menjadi prioritas bagi Pemkab Pasaman.

“Sebab, sudah ada mobil warga yang membawa hasil pertanian yang nyaris masuk sungai karena terpuruk di jembatan yang ambruk. Kalau ini tetap dibiarkan maka ekonomi rakyat akan semakin terpuruk” tegas Yulisman, putra asli Mapattunggul Selatan ini.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut Yulisman, empat unit jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian ribuan rakyat di Nagari Muaro Tais Koto Gadang, seperti Jorong Soma, Kubu Baru, Sibintayan dan Betung Busuk. Setiap hari warga melewati jembatan tersebut, baik membawa hasil pertanian maupun sembako dari pasar Rao. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB