Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Gawat! di Tanah Datar Pasien Covid 19 Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Dibaca : 447

Tanah Datar, Prokabar – Satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 akibat infeksi virus Corona di kota Bukitinggi dan meninggal dunia jumat 14 Agustus lalu ternyata dimakamkan tanpa menggunakan protokol pemakaman jenazah Covid-19.

Pasien dimakamkan di Jorong Rambatan Kecamatan Rambatan, Tanah Datar pada Jumat malamnya sekira pukul 17.30 WIB.

Hal ini terjadi, lantaran belum diterimanya hasil swab oleh pihak keluarga dan pihak keluargapun meyakini pasien meninggal tidak terinfeksi karena Covid 19.

Sebelum dimakamkan, jenazah diantar ke pemakaman dari kota Bukitinggi dengan menggunakan ambulance salah satu rumah sakit. Setiba di lokasi pemakaman, jenazah pasien diturunkan dari dalam mobil oleh pihak keluarga dan kerabat dekat almarhum, serta dibantu oleh sopir ambulance yang saat itu menggunakan APD lengkap.

Namun sayang, usai jenazah diturunkan dari dalam ambulance, pihak keluarga beserta kerabat dekat almarhum langsung membuka bungkus jenazah yang sebelumnya telah sesuai protokol pemakaman oleh pihak rumah sakit, untuk kemudian dimakamkan secara normal.

Lebih dari 20 orang warga hadir dalam pemakaman jenazah pasien positif Covid 19 tersebut, sebagian lainnya berada atau jauh dari area pemakaman.

“Diturunkan kerabat dan keluarga. Kemudian dimakamkan secara normal. PMI datangnya terlambat pak,” ucap salah seorang petugas keamanan yang saat itu berada dilokasi pemakaman dan tidak bisa berbuat banyak guna mencegah aksi tersebut.

Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah saat dihubungi membenarkan adanya pasien positif Covid 19 asal Bukitinggi yang pemulasaran jenazahnya di Kenagarian Rambatan, Tanah Datar.

Pemulasaran jenazah juga diakui tanpa menggunakan protokol pemakaman jenazah Covid 19, dengan alasan pihak keluarga menolak dan meyakini pasien meninggal bukan terpapar virus corona.

“Iya ada. kita menyangkan terjadinya pemakaman tanpa protokol pemakaman jenazah Covid 19. Informasi yang kita terima, pihak keluarga tidak yakin jenazah terinveksi Covid 19. Untuk meyakinkan pihak keluarga kalau jenazah positif Covid 19, kita telah minta hasil swabnya ke Bukitinggi. Itu positif. Untuk sekarang hasil swabnya sudah ditangan kita. Mereka juga kaget saat kita katakan pemakamannya tanpa protokol Covid 19,” pungkasnya.

Namun sayang, empat hari berlalu belum juga ada data orang pernah kontak erat oleh pihak terkait, dan pihaknya masih melakukan pendataan. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan penanganan kasus Covid 19 lainnya. Dimanax pemerintah dengan sigap melakukan tracing dan mengambil sampel tenggorokan dan hidung orang orang yang kontak erat. Bahkan, dalam satu atau dua hari bisa dituntaskan.

“Datanya (kontak erat ) belum ada masuk,” tulis Yesrita Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar.

Hal yang hampir serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Tanah Datar, saat dimintai tanggapan terkait upaya penanagan peristiwa itu, ia mengatakan jika pihaknya ada melakukan upaya penanganan tanpa menjelaskan lebih rinci upaya apa yang dimaksud dan meminta untuk menanyakan lansung ke pihak kecamatan.

“Sudah ada berbagai upaya, coba cek lansung ke camat Rambatan. kita sudah minta camat untuk melibatkan forkompimca membantu,” tulis Irwandi.

Camat Rambatan, Liza Martini saat dihubungi mengatakan jika pelaksanaan pendataan sudah dilakukan pada senin (17/8) oleh pihak Puskesmas Rambatan II.

“Untuk konfirmasi tentang data dan pelaksanaan swab, sebaiknya langsung saja ke puskesmas ll rambatan. karena kawan kawan medis yang sudah mendata kemaren,” tulisnya.

Sekedar diketahui, pertemuan atau kontak warga dengan pihak keluarga almarhum dan juga satu orang pasien positif Covid 19 yang merupakan anak almarhum tidak hanya satu kali saja. Pertemuan diduga berlanjut dihari berikutnya atau pada 16 agustus 2020, dimana saat itu diselanggarakan tahlilan dikediaman almarhum yang dihadiri lebih dari 30 orang. Meski, tidak seluruhnya dikatakan sebagai orang kontak erat.

Pada Minggu 17 agustus 2020 juga terjadi pertemuan warga atau kerabat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di rumah duka. Kali ini, warga yang datang tidak hanya dari Kenagarian Rambatan melainkan juga datang dari luar Rambatan. Sebagian warga mengaku, saat pertemuan ada yang menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan ada pula yang tidak menjaga jarak sama sekali dengan pasien terkonfirmasi Covid 19.

Kini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk sesegara mungkin melakukan swab tes terhadap orang yang kontak erat, baik saat pemakaman maupun orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid 19 pada tanggal 16 dan 17 agustus 2020 itu. Hal ini tak lain, guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dan menghindari munculnya cluster baru penyebaran Covid 19 di Tanah Datar. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top