Jakarta, Prokabar – Dua tahun sudah GaraGaraMusik berjalan dan terus memberi ruang apresiasi kepada musisi-musisi indie yang ada di luar atau dalam Jakarta untuk berbagi dan belajar bersama serta turut menggaungkan karya orisinil mereka.
Sebagai bentuk konsistensi, gerakan kolektif GaraGaraMusik yang diinisiasi oleh Musisi-Pencipta Lagu Fia dan Penggiat Musik Indie Nia Samantha membuat kegiatan workshop musik sejak bulan November 2017.
Acara tersebut bertujuan sebagai wadah untuk para musisi indie bertemu, berbagi dan belajar bersama. GaraGaraMusik dikemas dalam bentuk talkshow, ngobrol-ngobrol santai seputar industri musik dengan tema serta narasumber yang selalu berbeda setiap bulannya.
GaraGaraMusik menjadi satu program nyata yang bisa diikuti oleh musisi secara aktif. Terlebih sejak bulan Juni-Juli 2019 yang lalu, GaraGaraMusik membuat satu rangkaian workshop dan acoustic session yang berhasil melahirkan karya-karya baru dari 8 musisi (terdiri dari band, duo, solois lintas genre).
Dari banyaknya musisi-musisi yang submit lagu orisinilnya, dikurasi delapan musisi, band terpilih yang akan mengikuti Release Day Vol.2, yaitu : Agnimaya, The Dipdapers, Joko in Berlin, Beranda Rumah, Perau Kertas, Toean Nyonya, Nadia Alifazuhri dan Kanaka.
Release Day adalah rilis karya atau rilis single berbarengan di satu hari yang sama, karya lagu orisinil para partisipan terpilih yang telah mengikuti rangkaian workshop GaraGaraMusik.
“Tiap tahun kami kedepankan lagu orisinil. Kami lihat dari message-nya juga, baru kemudian teknis. Dari 100 mungkin kita pilih top 50, kemudian top 10, lalu yang sekarang jadi 8 yang terpilih,” ucap Fia, selaku pengagas acara ini.
Musisi-musisi yang terpilih merasa terbantu dengan adanya workshop-workshop yang disediakan oleh GaraGaraMusik. Melalui acara ini, bukan hanya mendapat pengalaman dan pengetahuan bermusik saja, tapi juga skill mereka jadi lebih terasah dalam menciptakan karya-karya terbaik.
“Tentu ini jadi goals kami, kalau nggak kita mungkin nggak submit ke sini,” ungkap Anggun, vokalis dari Toean Nyonya. “Batu loncatan itu seleksi alam, yang terpenting itu adalah silaturahminya. Karena acara ini sangat positif sih,” tambah Agnimaya. (beb)
















