Lifestyle

Gali Kreatif Mode Fashion, Atrium Model Award 2019 Usung Tema ‘Tokyo Streetstyle’

Foto Beb - (dari kiri - kanan), Rizky (event organizer), Unkle Bernard (juri AMA), Renda Alana (pemenang AMA 2018) dan Via Kurnia (promotion manager Plaza Atrium)

Jakarta, Prokabar — Kultur Jepang jadi pilihan negara yang dipilih Atrium Model Award (AMA) 2019 sebagai tema lomba di tahun ke 16. Acara yang ditunggu para model seluruh Indonesia ini akan dimulai pada tanggal 5 Oktober mendatang di Plaza Atrium, Senen, Jakarta Pusat.

Jelang acara pencarian bakat model ini, panita AMA membeberkan latar belakang pemilihan tema ‘Tokyo Streetstyle’.

“Anak muda di Jepang dinilai sangat dinamis baik dari segi fashion, tananan rambut dan cara berpenampilan mereka sangat menginspirasi. Kami mencoba menerapkan dalam kompetisi ini agar peserta bebas berekspresi,” terang Via Kurnia, Promotion Manager Plaza Atrium, Kamis (26/9).

Melihat antusias masyarakat khususnya di bidang model, Plaza Atrium secara intens menggelar acara setiap tahunnya. “Melihat animo masyarakat tentang dunia model sangat bagus, sehingga memberikan semangat bagi kami mencari talenta model profesional setiap tahunnya,” tambahnya.

Foto Beb - Via Kurnia, manager promosi Plaza Atrium saat menjelaskan kompetisi Atrium Model Award (AMA) 2019

Foto Beb – Via Kurnia, manager promosi Plaza Atrium saat menjelaskan kompetisi Atrium Model Award (AMA) 2019

Sebagai penilaian pencarian model nanti, AMA mempercayakan pada Unkle Bernard, sebagai juri. Menurutnya penilaian akan dilihat dari kesesuaian peserta dalam menunjukan kreasi fashion dan catwalk.

“Penilaiannya disesuaikan dengan tema. Bocorannya harus sesuai dengan umur, total look dan cara mereka tampil di atas catwalk,” ucap Unkle Bernard.

Sebagai apresiasi kepada model terpilih, AMA 2019 menyediakan hadiah berupa uang tunai ratusan juta rupiah. Tertarik akan tantangan di dunia model? Pendaftaran telah dibuka sejak 2 September hingga 2 Oktober mendatang.

“Sudah banyak yang mendaftar, tidak hanya Jakarta saja tapi daerah lain seperti Kalimantan, Surabaya, Sumatera juga sudah ikut berpartisipasi. Masih ada kesempatan, informasi lengkapnya ada di medsos kami,” ujar Via menambahkan.

Peserta akan terbagi menjadi empat kategori yaitu, anak-anak usia 4 – 7 tahun, 8 – 11 tahun, remaja 12 – 17 tahun, dewasa 18 – 25 tahun.

“Semua peserta juga akan mendapatkan pelatihan oleh koreografer profesional pada setiap sesi gladiresik sehingga akan menjadi pengalaman berharga bagi semua peserta,” pungkas Via. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top