Padang, Prokabar – Galapagos bukan hanya sekedar kelompok pecinta alam. Tapi lebih dari itu, punya banyak program kemanusiaan. Salah satunya adalah membantu korban Gempa Palu. 10 Hari pasca gempa, satu tim yang terdiri dari tiga orang turun langsung ke Palu.
Tim di bawah bendera Galapagos Emergency Response Team (G-ERT) berada di Palu selama 16 hari. Boyke Mardonald, Dino Saili dan Eko Prihandoko melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan. Bantuan utama yang dibawa adalah alat pengelolaan air bersih. Air yang diproduksi itu bahkan bisa langsung diminum.
Alat penyuling air ini ditempatkan di rumah gadang milik perkumpulan warga Minang di Talise. Setiap hari, mampu memproduksi 10.000 liter air bersih.
“Dengan alat ini air selokan pun bisa diminum, kami sengaja membawa alat ini karena Palu memang sulit untuk mendapatkan air bersih. Sehari hari warga menggunakan sumur bor atau membeli air,” jelas ketua tim G-ERT, Boyke Mardonald.
Air itu, menurut Boy, bisa memenuhi kebutuhan ratusan warga di Talise. Hingga saat ini, hidran tersebut masih bisa beroperasi dan memproduksi air bersih.
“Alat skyhidran ini dibeli atas sumbangan donatur, anggota Galapagos dan donatur lainnya, harganya lumayan, karena diekspor langsung dari Australia,” lanjut Boyke.
Selain alat penyulingan air ini, tim G-ERT juga menyalurkan paket bantuan di sejumlah titik, seperti di Kota Palu dan Sigi. Paket tersebut berupa Sembako, paket rendang, kebutuhan bayi dan pakaian.
“Sebelum memberikan bantuan kami melakukan assesment, untuk menilai daerah dan titik mana saja yang tepat untuk memberikan bantuan. Walaupun akses sulit, tapi Alhamdulillah bantuan yang dititipkan kepada kami bisa sampai ke tangan saudara saudara kita di Palu,” lanjut anggota Galapagos angkatan kelima ini.
Selain dua bantuan tersebut, G-ERT juga akan menyalurkan bantuan alat pembersih air untuk rumah tangga. Alat itu akan dikirim ke Palu dalam waktu dekat ini. (rls)
















