Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Gairahkan Kembali Pariwisata di NTB, Pemerintah Gelar Sail Moyo Tambora 2018

Dibaca : 233

Sumbawa, Prokabar —Sail Moyo Tambora 2018 diyakini mampu menggairahkan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) sesuai target pengembangan pariwisata yang tengah dikejar pemerintah.

“Kalau sebelumnya  penyelenggaraan sail lebih diarahkan pada pembangunan. Di Sail Moyo Tambora 2018, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo juga ditargetkan pada pengembangan pariwisata,” kata Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin saat konferensi pers di media center Sail Moyo Tambora 2018, di Labuhan Badas, Sabtu (8/9) kemarin.

Menurutnya, Pulau Moyo dan Tambora memiliki keunikan dan daya tarik alam yang potensial untuk dikelola secara berkelanjutan. “Sail Moyo Tambora 2018 sebagai langkah mempopulerkan destinasi pariwisata, yang ada. Apalagi saat ini akses dari bandara dan pelabuhan untuk ke tempat ini semakin baik,” ungkapnya.

Selain itu, Pulau Moyo adalah salah satu destinasi yang terkenal luas di mancanegara. “Mendiang Putri Diana pernah datang ke sini, dan Tambora memiliki sejarah dunia, yang letusannya 200 tahun lalu menyebabkan kekalahan Napoleon Bonaparte dalam pertempuran melawan Inggris,” tutur Safri.

Di tempat yang sama Plt. Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko mengatakan, dengan adanya Sail  Moyo Tambora akan memberikan motivasi dan optimisme bagi masyarakat NTB yang belum lama ini mendapat musibah gempa bumi. “Sail Moyo ini diharapkan bisa membangkitkan sendi-sendi perekonomian, sehingga dapat normal kembali,” ungkapnya.

Keterlibatan Kemenhub dalam Sail Moyo Tambora 2018 ini kata Wisnu, merupakan suatu bentuk apresiasi. Karena itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sangat intens dalam mempersiapkan ini dari awal.

Event ini juga dinilainya sangat strategis sesuai yang dicanangkan pemerintah dalam pembangunan konektivitas, baik dengan tol laut maupun infrastruktur pendukung lainnya untuk menghubungkan berbagai kawasan di Indonesia.

“Dengan konektivitas yang baik sendi-sendi perekonomian dan pariwisata akan bangkit. Tanpa konektivitas antarwilayah pembangunan nasional dan potensi pariwisata tidak mungkin berkembang,” ujarnya.

Wisnu menjelaskan,  dalam Sail Moyo Tambora 2018, selain mem-back up panitia di daerah, Kemenhub juga mengerahkan 5 kapal di antaranya milik KPLP, dan  enam kapal latih yang baru, sebagai salah satu program Kemenhub dalam mendorong produktivitas muatan melalui program tol laut . “Tol laut ini salah satu langkah untuk menciptakan keseimbangan perdagangan, melalui konektivitas antarwilayah,” tambah Wisnu.

Puncak Sail Moyo Tambora 2018 akan digelar Minggu (9/9) pagi yang dijadwalkan akan dihadiri Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menhub Budi Karya Sumadi, yang akan berlangsung di Labuhan Badas, Sumbawa. Tidak hanya itu, rencananya juga akan dilakukan penandatanganan prasasti Jembatan Samonta, peresmian terminal baru, dan juga penandatanganan sampul prangko Sail Moyo Tambora 2018. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top