Gabungan Keindahan Jepang dan Ketakutan pada Pandemi, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo Bakal Menyeramkan

Penulis -

Rabu, 21 Juli 2021 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokyo, prokabar – Opening Ceremony atau Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, bakal berbeda dari Olimpiade-olimpiade sebelumnya. Bertempat di Stadion Nasional Tokyo, Jepang, Jumat (23/7) mendatang, penanggungjawab OC menjanjikan pertunjukan yang menyeramkan.

Pembukaan dipastikan tidak akan menampilkan pertunjukan seni, koreografi massal, atau permainan cahaya lampu, dan kemegahan seperti sebelum-sebelumnya.

Sebaliknya Produser Eksekutif Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo, Marco Balich, mengatakan opening ceremony kali akan berlangsung menyeramkan, karena ada nuansa pandemi covid-19.

“Tim kami di Jepang harus berpikir keras bagaimana mempromosikan keindahan negara mereka dan menggabungkan antara ketakutan dan kekhawatiran yang terkait dengan Olimpiade dan infeksi dan penyakit,” kata Balich dikutip dari Reuters.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Tokyo telah membuat penyelenggaraan Olimpiade telah ditunda pada 2020 dan baru bisa digelar tahun ini. Olimpiade Tokyo akan digelar tanpa penonton.

Bahkan penyelenggaraan pesta olahraga internasional terbesar tahun ini juga masih mendapat pertentangan karena kekhawatiran dapat menjadi klaster penyebaran virus corona.

Sejauh ini telah terdapat 71 kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Olimpiade Tokyo hingga Selasa (20/7).

“Ini akan menjadi upacara yang jauh lebih serius. Namun tetap menampilkan estetika Jepang yang indah. Sangat [bernuansa] Jepang tetapi juga selaras dengan kondisi hari ini,” kata Balich yang juga bertanggung jawab pada upacara pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Meski demikian Balich berjanji akan memberikan yang terbaik agar pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 ini tidak mudah untuk dilupakan.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat sesuatu yang unik dan mudah-mudahan menjadi satu-satunya [dalam sejarah] di Olimpiade,” ujar Balich.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JPS Cup Mini Soccer 2026 Memperebutkan Piala Bergilir Andre Rosiade
Maigus Nasir Buka Turnamen Sepak Bola Piala Walikota U-17
Jelang MGR 2025, Jembatan ke Koto Gadang Direhab Amankan Jalur dan Jaga ‘Magic’ Koto Gadang
Menparekraf Widiyanti: Minang Geopark Run 2025 Perkuat Citra Sport Tourism Indonesia
Kempo Sumbang 5 Medali, Sumbar Naik ke Peringkat 7 PON Beladiri II 2025
Tommy Irawan Sandra Laporkan Dugaan Pelanggaran Musorprovlub KONI Sumbar ke BAKI
Musorprovlub KONI Sumbar Ricuh, Dugaan Pemalsuan Mandat Jadi Pemicu
Juara Dunia MotoGP 2025 Marc Marquez Siap Tunjukan Aksi di Sirkuit Mandalika 3–5 Oktober

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:29 WIB

JPS Cup Mini Soccer 2026 Memperebutkan Piala Bergilir Andre Rosiade

Jumat, 14 November 2025 - 18:02 WIB

Maigus Nasir Buka Turnamen Sepak Bola Piala Walikota U-17

Rabu, 5 November 2025 - 08:23 WIB

Jelang MGR 2025, Jembatan ke Koto Gadang Direhab Amankan Jalur dan Jaga ‘Magic’ Koto Gadang

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:54 WIB

Menparekraf Widiyanti: Minang Geopark Run 2025 Perkuat Citra Sport Tourism Indonesia

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:37 WIB

Kempo Sumbang 5 Medali, Sumbar Naik ke Peringkat 7 PON Beladiri II 2025

Berita Terbaru