Opini

Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Dibaca : 296

Oleh
Dessi Handini, Zulmuqim &Demina
Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana
IAIN Batusangkar

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap warga negara dalam rangka menjalani kehidupan yang lebih baik. Dengan adanya pendidikan diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas, mandiri dan tentunya berguna bagi kemajuan bangsa dan negara (Febrian&Zulmuqim:2019).

Perkembangan pendidikan Indonesia saat ini yang masih jauh dibawah negara-negara lainnya di dunia menjadi perhatian yang cukup tinggi dari pemerintah agar bisa mengejar ketertinggalan tersebut dengan berbagai perubahan dalam manajemen sekolah yang bermutu. Peningkatan mutu pendidikan dapat terjadi jika fungsi-fungsi manajemen dilaksanakan oleh kepemimpinan yang tepat.

Kepemimpinan merupakan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting untuk mencapai tujuan sekolah. Kepemimpinan menurut Tannenbaum, Wesler dan Massarik dalam Wahjosumidjo dalam Gunawan (2017) adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain dengan sengaja dalam suatu situasi melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. Kepala madrasah sebagai pemimpin harus memiliki kemampuan manajerial untuk mengolah berbagai perangkat sehingga tercapai tujuan pendidikan di tempatnya (Asmendri:2014).

Pemimpin mempunyai peran yang sangat besar dalam pencapaian tujuan sekolah. Pimpinan pendidikan merupakan penggerak organisasi yang mempengaruhi kinerja anggotanya, yaitu para guru dan staf pegawai lainnya agar bekerja lebih maksimal, menampilkan etos kerja tinggi, dan secara sukarela bekerjasama dengan anggota lainnya untuk mewujudkan standar mutu yang diharapkan oleh konsumen pendidikan (orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan yang lebih tinggi, pemerintah, dan dunia kerja).

Sondang P. Siagian dalam Saidah (2018) mengatakan beberapa fungsi kepemimpinan sebagai berikut:1) Pimpinan sebagai penentu arah dalam usaha pencapaian tujuan; 2) pemimpin sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi; 3) pemimpin sebagai komunikator yang efektif; 4) pemimpin sebagai mediator, khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama dalam menangani situasi konflik; dan 5) pemimpin sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif dan netral.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan pemimpin yang dapat menjalankan fungsi-fungsi tersebut.
Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu di sekolah dibutuhkan kepala sekolah yang menjalankan fungsi-fungsi tersebut dengan optimal. Menurut Hadari Nawawi (1995), fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kelompok kehidupan masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan di luar situasi sosial dan harus berusaha menjadi situasi sosial di dalam orgnaisasinya.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top