Tanah Datar, Prokabar – Fraksi Partai Persatuan Pembanguan DPRD Tanah Datar menilai secara umum, jika realisasi PAD tahun 2017 belum seluruhnya mencapai target. Partai berlambang ka’abah ini juga memberikan catatan penting sebagai pertimbangan dimana Pemkab Tanah Datar agar dapat mematangkan perencanaan dan penyusunan APBD dan mengoptimalkan pengelolaan dan pengawasan keuangan daerah.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pemantauan dan evaluasi terhadap satuan kerja organiasi perangkat daerah agar Pelaksanaan pencapaian APBD lebih terarah dan terealisasi sesuai visi dan misi serta RPJMD Kabupaten.
Hal itu disampai juru bicara F-PPP Arianto saat paripurna Ranperda Pertanggungan Jawaban Pelaksanaan APBD Tanah Datar Tahun 2017, dengan agenda agenda paripurna mendengarkan pendapat akhir fraksi, pada Selasa (31/ 7).
Dalam kesempatan ini, Fraksi PPP juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera menempatkan Bidan Polindes di Jorong Mawar I dan II yang sudah ditempati sejak tahun 2015 lalu. Itu dilakukan agar pemerintah Tanah Datar tidak memberikan janji yang tidak pasti kepada masyarakat.
Arianto menambahkan, pemerintah daerah sesegera mungkin menentukan nasib tenaga honorer, perawat dan sukarela yang ada di pukesmas se Tanah datar dan menjelaskan kepada masyarakat mengenai vaksin MR. Pasalnya, MUI hingga saat ini belum bisa menentukan vaksin tersebut halal atau haram.
Adapun pendapat akhir Fraksi DPRD terhadap Ranperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017 itu juga dibacakan oleh 8 Fraksi lain diantaranya dari Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi Nasdem, Fraksi Demokrat, Faksi PAN, Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS.
Sebelumnya Bupati dalam laporannya menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan keuangan tahun 2017 dan hasil program pembangunan. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp166,564. miliar dengan realisasi sebesar Rp172,788 miliar atau naik 103,74 persen.
Sementara untuk Dana Perimbangan ditargetkan Rp 972,518. miliar, terealisasikan sebesar Rp928 miliar (95,52 persen). Selanjutnya, dari Lain-Lain Pendapatan Yang Sah ditargetkan Rp124,351 miliar terealisasikan sebesar Rp122,766 miliar (98,73 persen).
Sementara, Untuk Belanja Tidak Langsung dianggarkan Rp789,856. miliar terealisasi sebesar Rp740,119. miliar (93,70 persen) sementara Belanja Langsung dianggarkan Rp553,698 miliar terealisasi sebesar Rp478,714. miliar (86,46 persen).(eym)
















