Painan, Prokabar – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Pesisir Selatan mengkritisi rencana Pemkab Pessel membangun masjid terapung di Pantai Carocok Painan.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PAN Novermal Yuska dalam pandangan fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pesisir Selatan 2020.
Dalam pandangan akhir fraksi PAN, pihaknya sangat menyanyangkan hal tersebut. Namun, kendati demikian, pihaknya tidak dapat menolak pembangunan tersebut karena penetapan pembangunan telah memasuki tahun anggaran sebagai proyek multiyears.
“Namun, karena sudah terlanjur oleh anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan periode 2014-2019 menjadi proyek multiyears tahun anggaran 2019-2020, dan harus dianggarkan lagi di APBD 2020 ini, maka fraksi PAN juga mau menolonginya,” ungkap Ketua Fraksi PAN, Novermal Yuska dalam Pendapat Akhir Fraksi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dan Penandatanganan Persetujuan Bersama Ranperda APBD 2020 di ruang rapat DPRD lokal di Painan, Senin (4/11).
Fraksi PAN nilai, dalam skala prioritas saat ini, pembangunan Masjid Terapung mendukung hal yang medesak. Sebab, hari banyak Terkait dengan peningkatan infrastruktur, seperti jalan lain, jembatan, irigasi dan pemberdayaan masyarakat yang mempertimbangkan prioritas.
“Fraksi PAN sangat menyayangkan Pemkab Pessel memaksakan pembangunan Masjid Terapung di Pantai Carocok Painan dilaksanakan di saat anggaran defisit, dan masih banyak pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan di nagari-nagari, dan pemberdayaan masyarakat yang mesti lebih banyak mengusahakan,” terangnya.
Berdasarkan persetujuan bersama ditetapkan APBD tahun anggaran 2020, sebesar Rp.1.860. 077.165.731, -. Sedangkan Pendapatan daerah sebesar Rp.1.764. 339.780.731, -. Sementara itu, sektor pengeluaran (belanja) sebesar Rp.1.851.368.220.731.
Kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyampaikan, pembangunan masjid terapung dilaksanakan dalam rangka pengembangan wisata religius di Pesisir Selatan.
Selain menambah ikon serta daya tarik, wisata Masjid Terapung juga dalam rangka mewujudkan wisata halal, yang katanya sudah menjadi tren wisata kekinian.
“Pembangunan masjid di tempat wisata juga dilakukan di daerah lain di luar Pesisir Selatan,” ucapnya.(*)
















