Pesisir Selatan, Prokabar – Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar sepakat menghentikan pembangunan masjid terapung di Pantai Carocok
Pembangunan masjid terapung tersebut menelan anggaran APBD Pessel tahun anggaran 2019 Rp27 miliar. Kini pembangunan mesjid tersebut sedang berlangsung.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Pessel, Ikal Junaidi mengatakan, alasan fraksi menghentikan pembagunan masjid terapung, karena tidak penting, karena, masjid dan mushola di sekitar Pantai Carocok masih layak untuk beribadah.
Dan ditambah lagi, masjid di sekitar Pantai Carocok tersebut butuh renovasi dan pembangunan.
“Kami sepakat menunda pembangunan masjid tarapung itu, idealnya dana pembagunan dialihkan untuk covid-19 dan masyarakat miskin yang bergerak di UMKM, ” ujarnya pada Prokabar.com Selasa (7/4).
Menurutnya, dana pembagunan masjid tarapung tersebut lebih baik untuk kepentingan masyarakat miskin, terutama untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Pessel.
“Dananya lebih untuk kepentingan masyarakat terutama dibidang UMKM, karena masyarakat Pessel masih banyak yang miskin, ” ujarnya lagi.
Buktinya angka kemiskinan di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona’ ini masih bertengger diangka keempat tertinggi di Sumbar.
Kata Ikal, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bawah angka kemiskinan Pessel sejak 2 tahun terakhir masih bertengger di posisi keempat tertinggi dari 19 kabupaten/kota di Sumbar.
Angka kemiskinan Pessel masih di atas rerata angka provinsi. Bahkan di bawah target dalam RPJMD 2016-2021. Sesuai visi dan misi bupati yang mematok kemiskinan pada 2018 hanya 7.18 persen.
Selanjutnya, pada periode tersebut kemiskinan di Pessel masih 7.59 persen, turun dari 7.97 persen di periode sebelumnya. Sedangkan provinsi hanya 6.65 persen.
Jumlah warga miskin Pessel 34.900 jiwa, dari 460 ribu jiwa total penduduk. Jika mengacu pada 40 persen masyarakat berpenghasilan terendah, penduduk miskin Pessel tercatat 227 ribu jiwa.
Guna mengentaskan kemiskinan, Seyogiyanya ada upaya konkrit. Dana pembangunan masjid itu untuk kepentingan masyarakat miskin.
Diberitakan sebelumnya, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Pesisir Selatan mengkritisi Pemkab Pessel membangun masjid terapung di Pantai Carocok Painan.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PAN Novermal Yuska dalam pandangan fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pesisir Selatan 2020.
Dalam pandangan akhir fraksi PAN, pihaknya sangat menyanyangkan hal tersebut. Namun, kendati demikian, pihaknya tidak dapat menolak pembangunan tersebut karena penetapan pembangunan telah memasuki tahun anggaran sebagai proyek multiyears.
“Namun, karena sudah terlanjur oleh anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan periode 2014-2019 menjadi proyek multiyears tahun anggaran 2019-2020, dan harus dianggarkan lagi di APBD 2020 ini, maka fraksi PAN juga mau menolonginya, ” ungkap Ketua Fraksi PAN, Novermal Yuska dalam Pendapat Akhir Fraksi DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dan Penandatanganan Persetujuan Bersama Ranperda APBD 2020 di ruang rapat DPRD lokal di Painan, Senin (4/11) lalu.
Fraksi PAN nilai, dalam skala prioritas saat ini, pembangunan Masjid Terapung mendukung hal yang medesak. Sebab, hari banyak terkait dengan peningkatan infrastruktur, seperti jalan lain, jembatan, irigasi dan pemberdayaan masyarakat yang mempertimbangkan prioritas.
“Fraksi PAN sangat menyayangkan Pemkab Pessel memaksakan pembangunan Masjid Terapung di Pantai Carocok Painan dilaksanakan di saat anggaran defisit, dan masih banyak pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan di nagari-nagari, dan pemberdayaan masyarakat yang mesti lebih banyak mengusahakan, ” terangnya.
Berdasarkan persetujuan bersama ditetapkan APBD tahun anggaran 2020, sebesar Rp1.85 triliun Sedangkan Pendapatan daerah sebesar Rp.1.7 triliun Sementara itu, sektor pengeluaran (belanja) sebesar Rp.1.85 triliun
Kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyampaikan, pembangunan masjid terapung dilaksanakan dalam rangka pengembangan wisata religius di Pesisir Selatan.
Selain menambah ikon serta daya tarik, wisata Masjid Terapung juga dalam rangka mewujudkan wisata halal, yang katanya sudah menjadi tren wisata kekinian.
“Pembangunan masjid di tempat wisata juga dilakukan di daerah lain di luar Pesisir Selatan,” ucapnya,(min)
















