Filosofi Layang Layang di Medan nan Bapaneh

Penulis -

Sabtu, 15 Februari 2025 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Ditengah kencangnya angin Kapalo Koto tidak menyurutkan semangat anak anak sore itu berkumpul di Medan Bapaneh Maha Karya Kapalo Koto, Jorong Gurun, Sungai Tarab luhak nan tuo untuk belajar membuat layang layang.

Bagi banyak budaya, layang-layang melambangkan harapan, kebebasan, dan impian. Ketika layang-layang terbang tinggi di langit, mereka dianggap sebagai doa atau harapan yang dikirimkan ke langit

Layang-layang, selain sebagai permainan, juga dipandang sebagai suatu karya seni yang dapat diterbangkan, indah untuk dipandang dan juga merupakan salah satu tradisi bangsa yang patut untuk dilestarikan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Filosofi yang terkait dengan mainan ini meliputi berbagai aspek dari kehidupan dan pemikiran manusia, misalnya kesabaran dan ketahanan. Layang-layang yang terbang tinggi di langit sering dianggap sebagai simbol kebebasan dan kemandirian

Sore itu ada 40 an anak yang serius mengikuti arahan Isil Ateng yang mengajari anak anak mulai dari meraut bambu, menimbang agar sama berat agar layang layang yang akan dimainkan bisa stabil di udara tidak senget

Febby Dt Bangso, pendiri Medan Bapaneh Maha Karya menjelaskan bahwa di medan bapaneh kita tidak hanya memberikan materi dari FDB Institute, pelatihan silek tuo, pasambahan dan pelatihan musik dan tari tapi juga ada lapau akademi dan sekolah alam.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Materinya seperti pitaruah ayah, pasan Mandeh, pituah mamak, baraja ka alam yang tentu saja ini menghadirkan narasumber baik dari IKAL lemhanas untuk nilai nilai pancasila dan kebangsaan, Bundo Kandung dan LKAAM,” jelas Febby Dt Bangso.

lebih lanjut Febby Dt Bangso yang akrab disapa FDB ini menjelaskan bahwa anak anak perlu di motivasi sehingga memiliki hope dan dream dengan cara membagikan portofolio atau tokoh tokoh besar minang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Tentu saja kita berharap kehadiran tokoh tokoh daerah atau nasional hari ini yang bisa menjadi role model bagi anak anak dikampung sehingga menimbulkan motivasi anak anak bisa juga seperti tokoh tersebut dan anak anak jadi punya hope dan dream,” jelasnya.

Doktor pariwisata itu terus membenahi materi di medan bapaneh jadi bukan hanya sekedar tempat anak berlatih tapi juga tempat anak bermain dengan menghadirkan permainan tradisional. Dengan itu, anak diharapkan akan memiliki motivasi, harapan dan impian.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB