Jakarta, Prokabar — Setelah menjalani proses praproduksi selama tiga bulan di Jakarta dan melangsungkan syuting di Yogyakarta, akhirnya film anak ‘Doremi & You’ siap ditonton pada 20 Juni mendatang.
Kisah mengenai persahabatan empat anak berbagai suku yang bahu-membahu mengatasi kesulitan ini akan diisi oleh berbagai nyanyian dan tarian yang pastinya bisa membuat penonton ikut hanyut ke dalam cerita.
Empat sahabat tersebut diperankan oleh bintang-bintang muda berbakat, seperti Adyla Rafa Naura Ayu atau Naura (sebagai Putri), Fatih Unru (sebagai Imung), Nashwa Zahira (sebagai Anisa), dan Toran Waibro (sebagai Markus). Tidak ketinggalan, hadir pula Devano Danendra yang turut ambil bagian sebagai Reno, kakak kelas sekaligus asisten pelatih paduan suara yang dingin dan galak.
Film ini tentu menjadi hal yang paling berkesan bagi Nashwa Zahira dan Toran Waibro. Pasalnya, ‘Doremi & You’ merupakan debut mereka di dunia akting.
“Mudah-mudahan penonton suka dengan aktingku dan terhibur dengan filmnya,” begitu harapan Nashwa, gadis manis asal Medan yang bersuara merdu ini.
Selain sederet pemain muda tersebut, ‘Doremi & You’ juga diisi jajaran pemain senior yang cukup punya nama, seperti Teuku Rifnu Wikana, Ence Bagus, Sekar Sari, Michael Jakarimilena, Simhala Avadhana (Mhala ‘Numata’), dan GPH Paundrakarna sebagai Ayah Reno.
Tidak hanya bermain sebagai ayah Putri, Mhala ‘Numata’ juga menulis sebagian besar lagu dalam film ini bersama dengan Tantra ‘Numata’, di antaranya “Hari Ini Indah” dan “Harmoni” yang sudah dikenal masyarakat.
Uniknya, satu lagu yang dibawakan Devano dalam film ini merupakan lagu ciptaannya sendiri yang berjudul “Cintaku Hilang”. Untuk penata musik, dipercayakan kepada Andi Rianto yang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya.
“Saya lihat film anak-anak belum terlalu banyak dilirik oleh praktisi-praktisi perfilman Indonesia. Saat membaca naskah Doremi & You, saya langsung tertarik dengan kisahnya yang dekat dengan sehari-hari, seperti persahabatan tanpa memandang suku dan agama serta adanya budaya tolong-menolong,” ujar Lexy Mere (produser film 22 Menit).
Lexy Mere juga berharap film ini dapat menjadi salah satu film yang meninggalkan kesan di hati penontonnya.
“Tidak hanya sebagai film pengisi liburan sekolah, tapi saya ingin film ini juga dapat memberikan kesan yang mendalam di hati para penontonnya, baik itu dari segi persahabatan tanpa melihat perbedaan suku dan agama mau pun hubungan antara orangtua dengan anak,” pungkasnya. (beb)
















