Padang, Prokabar – Program Studi Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Prodi Magister Linguistik FIB Unand) bekerja sama dengan Masyarakat Linguistik Indonesia Komisariat Universitas Andalas (MLI Unand) menggelar seminar internasional bidang Linguistik pada Kamis, (16/9).
Agenda rutin setiap dua tahun ini terhitung sudah memasuki kali ke-5 sehingga dikenal dengan nama International Seminar on Linguistics 5 (ISoL-5).
Ketua MLI Komisariat Universitas Andalas, Dr. Ike Revita menjelaskan, seminar membahas seputar linguistik fokus terhadap pembahasan linguistik mikro dan linguistik makro.
“Linguistik mikro atau mikrolinguistik adalah kajian bidang ilmu linguistik yang konsentrasi kajiannya mengarah pada bagian internal bahasa. Sedangkan linguistik makro atau makrolinguistik adalah kajian bidang ilmu linguistik yang konsentrasi kajiannya mengarah pada hubungan bahasa dalam tataran yang lebih luas,” ungkapnya.
Kajian linguistik makro memanfaatkan disiplin ilmu lain untuk menganalisis fenomena bahasa secara keseluruhan.
“Adanya seminar internasional linguistik ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan terkait kasus kebahasaan dari negara masing-masing pembicara. Perkembangan teknologi dan informasi yang cenderung cepat pada masa sekarang tentu akan memengaruhi juga dinamika bahasa di negara bersangkutan,” terangnya.
Peserta dari berbagai pembicara profesional dari universitas ternama. Seperti dari Universiti Brunei Darussalam, McGill Universitas Canada, United State Of America, Eui Korea, Visiting Professor Korean Institute For ASEAN Studies Busan University Of Foreign Studies, Universiti Malaya, Malaysia, dan tuan rumah, Universitas Andalas.
Dr. Ike melanjutkan, melalui pembahasan yang dipaparkan akan diketahui luasnya cakupan kajian linguistik. Setiap pihak bisa mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan terkait penggunaan bahasa dalam setiap lini kehidupan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana ISoL-5, Novalinda menyatakan, segala keperluan terkait seminar sudah hampir rampung. Seluruh pemakalah sudah mengirimkan artikel ilmiah berdasarkan delapan subtema yang disediakan.
Ke delapan subtema tersebut antara lain National Unity and National Language; Language and Power; Language and Politic; Language and Media; Language and Law; Language and Culture; Language Forensic; dan Micro Linguistic.
“Sudah ada puluhan artikel yang masuk dan diterima oleh panitia pelaksana. Seluruhnya sudah ditinjau oleh tim reviewer untuk nanti dicetak dalam prosiding ISBN. Artikel terpilih akan dipublikasikan di jurnal Sinta 5,” imbuh Novalinda.
Ia menambahkan agenda berlangsung selama satu hari secara daring. Melalui rapat Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube pukul 08.30 sampai 17.30 WIB. “Peserta yang mengikuti agenda sepenuh waktu dibuktikan dengan pengisian formulir presensi dan akan menerima sertifikat elektronik dari panitia,” tutupnya. (ril/rud)
















