Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Festival Rinyuak 2020 Tingkat Jorong, digelar Ketat Kepatuhan Protokol Covid-19

Dibaca : 576

Agam, Prokabar — Rinyuak atau lebih dikenal Rinuak merupakan salah satu ikan endemik unik dan satu-satunya hanya ada di Danau Maninjau. Potensi itu menjadi prioritas perhatian serius dari semua pihak. Terutama pada masyarakat yang berada di Selingkar Danau Maninjau.

Agar potensi itu terangkat ke publik dan terus mendapat dukungan berupa peran sertanya, sekelompok pemuda di Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, menggagas semacam festival yang telah dimulai tahun 2019.

Akan tetapi untuk akhir tahun 2020 ini, masyarakat membatasi diri dari kunjungan banyak orang, terkait himbauan Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Agam. Terutama memasuki libur Natal dan akhir tahun (Nataru), terdapat beberapa poin. Terutama dilarang melakukan perayaan malam pesta kembang api di seluruh daerah dan objek wisata.

“Kegiatan kita kali ini sangat dibatasi dan ketat mematuhi protokol kesehatan covid-19. Seperti seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan,” terang F. Datuak Mangkuto Nan Basa, Kepala Wilayah (Walijorong) Batung Panjang didamping Koordinator KPGH Tanjung Raya, Rudi Yudistira, saat proses kegiatan masih berlangsung, Kamis (31/12).

Tujuan utama kegiatan menyatukan masyarakat. Memperkuat jalinan silahturahmi dan kebersamaan masyarakat Kampung Kelahiran Buya Hamka tersebut.

“Daerah kita memiliki Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Dan KutubChanah beserta Makam Inyiak Rasul beserta adiknya Yusuf Amrullah. Inyiak Rasul merupakan Ayah Kandung Buya Hamka, adalah tokoh utama pembaharuan Islam di Minangkabau” tuturnya.

Potensi ini jelas bersamaan dengan keindahan alam beserta Rinyuak sebagai ikan langka yang hanya ada di Danau Maninjau. “Potensi Wisata Budaya, Reliqius dan Alam menjadi keunggulan tersendiri di sini. Dan kita tentu berharap dapat mendongkrak moralitas, mentalitas, keimanan, ketaqwaan, budaya dan pariwisata. Memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat juga nantinya,” tutup Kepala Wilayah Jorong Batung Panjang tersebut.

Kegiatan berupa perlombaan menangkap Rinyuak tradisional, basampan tradisional, berenang tingkat anak-anak dan kuliner Rinyuak. “Kegiatan berjalan sukses dan lancar. Sesuai kepatuhan protokol kesehatan covid-19. Seluruh masyarakat yang berperan, menggunakan hingga acara usai dilaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Zainal, Pemerhati Keteladanan Buya Hamka dan Akram merupakan Cucu Buya Hamka, sangat apresiasi kegiatan tersebut. “Pergerakan ini sangat memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi pemuda lainnya. Semangat yang tinggi, membuat kami tergugah peduli ikut andil dalam kegiatan ini. Kami kagum dan salut dari KPGH sebagai motor penggerak kepemudaan di Kampung Kelahiran Buya Hamka,” ulasnya secara bergantian.

Di tahun 2021 mendatang, berharap pandemi covid-19 berakhir. Sehingga kegiatan dapat digebyarkan lebih semarak dan lebih besar lagi. “Semoga semua pihak semakin peduli dan semakin ikut andil dalam kelestarian Danau Maninjau. Lebih berperan memeriahkan Festival Rinyuak 2021 nanti,” tutupnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top