Sungai Batang, Prokabar — Sehari sesudah Festival Rinuak dilaksanakan Masyarakat Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, ditutup Tabliqh Akhbar sekaligus penyerahan hadiah lomba di Masjid Inyiak De Er, Selasa (31/12).
Meski hadiah berupa bingkisan sumbangsih Disdikbud, Disparpora dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, setidaknya memberi nilai kebersamaan dalam pesta rakyat tersebut.
“Kami atas masyarakat Jorong Batung Panjang, sangat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam dan KPGH yang telah menggelar serta mendukung kegiatan ini. Meski sederhana, namun memberi makna mendalam di hati masyarakat,” ungkap Wali Jorong Batung Panjang, Irfan Caniago, kepada Prokabar.com, Selasa malam (31/12).
Berbagai kegiatan dari Manangkok Rinyuak, Pacu Biduak hingga Memasak Rinyuak memberi arti akan nilai kebersamaan dan nilai budaya tradisional yang lama dimiliki.
“Kami berharap kegiatan dilanjutkan lebih mantap lagi di 2020 nanti,” harapnya.
Fajri, Wakil Koordinator Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJR) mengatakan ucapan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Agam yang telah membantu berbagai sarana prasarana pendukung kegiatan. Terutama Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan jajaran, yang mensupport penuh pelaksanaan Festival Rinyuak.
“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hadiah, tenda BPBD, kawasan Museum, Taman Kanak-kanak Gugus I, Juri hingga pengamanan Satgas BPBD Agam,” terang Fajri.
Tahun depan, 2020 nanti Festival Rinyuak akan diupayakan lebih maksimal lagi. Kegiatan akan dievaluasi segala kekurangan dan akan ditingkatkan kedepannya.
“Setidaknya, kegiatan perdana ini sebagai langkah maju mengangkat potensi hebat Danau Maninjau ini. Kami yakin, akan banyak mata melihat keunikan khasanah budaya Danau Maninjau. Terutama Rinyuak adalah ikan endemik satu-satunya di dunia hanya ada di Danau Maninjau. Ditambah beragam olahan kuliner Rinyuak yang lezat, penggugah selera wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (rud)
















