Festival Rinuak Ditutup dengan Tabliqh Akbar Di Masjid Inyiak De Er

Penulis -

Rabu, 1 Januari 2020 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar — Sehari sesudah Festival Rinuak dilaksanakan Masyarakat Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, ditutup Tabliqh Akhbar sekaligus penyerahan hadiah lomba di Masjid Inyiak De Er, Selasa (31/12).

Meski hadiah berupa bingkisan sumbangsih Disdikbud, Disparpora dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, setidaknya memberi nilai kebersamaan dalam pesta rakyat tersebut.

“Kami atas masyarakat Jorong Batung Panjang, sangat mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam dan KPGH yang telah menggelar serta mendukung kegiatan ini. Meski sederhana, namun memberi makna mendalam di hati masyarakat,” ungkap Wali Jorong Batung Panjang, Irfan Caniago, kepada Prokabar.com, Selasa malam (31/12).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berbagai kegiatan dari Manangkok Rinyuak, Pacu Biduak hingga Memasak Rinyuak memberi arti akan nilai kebersamaan dan nilai budaya tradisional yang lama dimiliki.

“Kami berharap kegiatan dilanjutkan lebih mantap lagi di 2020 nanti,” harapnya.

Fajri, Wakil Koordinator Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya (KPGH TJR) mengatakan ucapan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Agam yang telah membantu berbagai sarana prasarana pendukung kegiatan. Terutama Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan jajaran, yang mensupport penuh pelaksanaan Festival Rinyuak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hadiah, tenda BPBD, kawasan Museum, Taman Kanak-kanak Gugus I, Juri hingga pengamanan Satgas BPBD Agam,” terang Fajri.

Tahun depan, 2020 nanti Festival Rinyuak akan diupayakan lebih maksimal lagi. Kegiatan akan dievaluasi segala kekurangan dan akan ditingkatkan kedepannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Setidaknya, kegiatan perdana ini sebagai langkah maju mengangkat potensi hebat Danau Maninjau ini. Kami yakin, akan banyak mata melihat keunikan khasanah budaya Danau Maninjau. Terutama Rinyuak adalah ikan endemik satu-satunya di dunia hanya ada di Danau Maninjau. Ditambah beragam olahan kuliner Rinyuak yang lezat, penggugah selera wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB