Artikel

Feisal Tamin, Juru Bicara Terbaik Indonesia


Catatan Ilham Bintang

Dibaca : 393

Minggu (18/10) DR Feisal Tamin,mengirimi saya buku otobiografinya yang ditulis wartawan senior Kristin Samah. Feisal Tamin, puluhan tahun berkecimpung di dunia birokrasi dengan berbagai jabatan. Pernah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara masa pemerintahan Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Namun, yang paling mengesankan saat Feisal menjadi juru bicara Departemen Dalam Negeri. Saya fokus menulis itu untuk testimoni di bukunya :

“ Feisal Tamin Benteng Netralitas Aparatur Negara — Pendobrak Keterbukaan Informasi Legenda Juru Bicara”, setebal 342 halaman diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Berikut tulisannya.

*******

Lama tak bertemu, tetiba suatu sore lalu Pak Feisal Tamin mengontak via WhatsApp. Wow! Beliau akan menerbitkan buku, dan saya salah seorang di antaranya diminta (baca : diberi kehormatan) menyampaikan testimoni di buku itu.

Saya mengenal beliau sejak menjadi juru bicara / kepala humas Departemen Dalam Negeri puluhan tahun lalu. Di pertengahan tahun 70 an itu saya pun baru bekerja sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata (1976). Media belum sesemarak sekarang, stasiun televisi baru ada satu : TVRI. Namun, nama Feisal Tamin sudah sangat sohor —melebihi Mendagri— yang menjadi bossnya.

Bidang peliputan saya sebenarnya film dan kebudayaan, tidak berhubungan langsung dengan bidang politik yang menjadi domain Pak Feisal. Tetapi saya tetap menganggap ada kedekatan. Pertama, karena saya pengagum komunikasi publiknya. Keterangannya di surat kabar maupun di televisi selalu saya ikuti. Adem. Berilmu. Penjelasannya mudah dicerna, disampaikan selalu dengan air muka yang tenang. Itu salah satu ciri orang pintar : memudahkan hal yang sulit.Bukan sebaliknya. Diam-diam itu saya pelajari dari beliau secara gratis. Tidak perlu desain pembelajaran macam online yang bikin heboh. Diam-diam saya “adopsi” jadi bekal begitu saya dipercaya oleh Menteri Penerangan Harmoko menjadi ketua Festival Film Indonesia dan Festival Sinetron Indonesia yang membidangi kehumasan. Pada priode itulah saya sering ketemu fisik dengan Pak Feisal yang “ langganan” menjadi anggota Komite Seleksi dan Dewan Juri FFI. Antara 1983-1988. Lebih tigapuluh lima tahun lalu.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top