Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Features: Minangkabau Cup 2020, Menjemput Bahagia Setelah Badai berlalu


Oleh: Rizal Marajo

Dibaca : 331

Turnamen Minangkabau Cup (MKC), dalam waktu dekat segera bergulir lagi. Jika tak ada aral melintang, 11 Maret 2020 nanti, turnamen sepakbola antar kecamatan se-Sumatra Barat ini akan diluncurkan. Ini adalah edisi keempat iven sepakbola yang pertama kali bergulir tahun 2017 lalu.

Tidak ada yang berbeda dari turnamen ini dari tiga edisi sebelumnya, kecuali satu hal. Tak lain tak bukan adalah “goal” turnamen sendiri. Tiga episode sebelumnya, ada misi mambangkik batang tarandam sepakbola Sumbar yang diusung.

Misi itu berwujud hendak menjadikan MKC sebagai ajang penjaringan pemain untuk membentuk tim Sumbar yang diproyeksikan lolos ke PON 2020 Papua. Sayangnya misi “failed” ditengah jalan, tim Sumbar terganjal di Porwil Bengkulu 2019 yang menjadi ajang Pra PON. Tiket PON 2020 ke Papua gagal direngkuh.

Apa boleh buat, Papua 2020 tinggal kenangan. Hal ini membuat operator turnamen MKC sempat berada di persimpangan jalan. Dilanjutkan atau tidak, setelah misi utama gagal mencapai target. Publik sepakbola Sumbar pun koor satu suara, turnamen harus berlanjut. Inilah salah satu dasar, pihak operator yang dimotori duet Tria Suprajeni dan Hardimen Koto untuk terus menggelar turnamen

Kini, Setelah “badai” PON itu berlalu, maka untuk tahun ini sepertinya MKC memang akan murni berjalan sebagai turnamen tanpa embel-embel misi khusus lagi. Walau begitu, Tagar penjaga semangat dan motivasi; #Minanghebat dan #Bangkikrangmudo kini diangkat jadi tagline. Ada sedikit aroma sendu dan sentimentil menyungkup MKC tahun ini..Hmmmm.

No problemo, selalu ada pasang surut. Tapi itu hal yang biasa dalam kehidupan, apalagi untuk sebuah pekerjaan atau ide yang bernama turnamen sepakbola. Setidaknya turnamen ini masih pantas dipertahankan karena mengandung banyak hal, khususnya pembelajaran bagaimana mengelola dan mengemas kegiatan bernama sepakbola.

MKC adalah ide cemerlang sebenarnya, ketika sebuah turnamen level antar kecamatan bisa hidup dan berjalan murni berkat sponsor. Semua itu dikemas dengan citarasa industri bola, walau dalam konteks minimalis. Setidaknya, itulah sisi pembeda MKC dengan turnamen-turnamen lokal umumnya.

Selebihnya, hal lain yang mungkin tersisa dari turnemen ini adalah menjaga gairah sepakbola Sumbar yang tiga tahun terakhir begitu hidup dengan adanya turnamen ini.
Inilah nampaknya yang selalu dijaga oleh pihak operator, dalam hal ini Spartan Enterprise, tentunya juga tak terlepas dari dukungan para sponsor semisal Kunango Jantan dan para sponsor lainnya yang rutin dan setia mendukung Turnamen ini.

Tentu juga tak lepas dari dukungan institusi sepakbola daerah seperti Asprov PSSI Sumbar, beserta Askab/Askot PSSI kabupaten Kota di Sumbar. Dengan dukungan-dukungan itu, komitmen menuggulirkan turnamen setidaknya lima musim tetap terpelihara.

Sepakbola adalah cinta dan sepakbola adalah kasih sayang, yang bisa melahirkan kebahagiaan melalui turnamen ini. Bagaimana tidak bahagia, jika banyak dampak positif yang ditimbulkan turnamen ini, khususnya untuk pelaku-pelaku sepakbola di daerah ini.

sederhana saja, turnamen membuat kehidupan sepakbola di Ranah Minang tetap bergairah. Lalu, kehidupan anak-anak muda Minang yang mempunyai passion dan punya mimpi masa depan di sepakbola ada wadah penyaluran yang positif. Tak kalah penting, talenta-telenta sepakbola muda bermunculan.

Lihat pula, ketika para pelatih dan wasit dapat wadah spesial untuk mengasah kualitas masing-masing. Bahkan, diluar konteks lapangan hijau 110 x 60 meter itu, turnamen MKC juga memberi imbas positif untuk kehidupan ekonomi rakyat, walau sifatnya periodik atau musiman.

Tak kalah penting, ada hubungan silaturahmi yang terjalin indah dengana danya turnamen ini. Anak-anak Mentawai misalnya, bisa away ke Limapuluh Kota atau Padang Pariaman, anak-anak Guguak pergi bertandang ke Pasaman Barat, anak-anak Sutera berkesempatan bermain bola ke Padang Panjang, atau anak-anak Kuranji bisa menjajal Lapangan di Sungayang, dan banyak lagi keindahan dibawah payung marawa yang terjalin di Minangkabau Cup.

Intinya adalah, semua kebahagiaan itu karena dilandasi cinta dan kasih sayang yang dikemas indah melalui sebuah medium bernama sepakbola. Sangat menarik ditunggu, apakah misi cinta dan kasih sayang di Minangkabau ini bisa dimaknai secara sempurna oleh mereka-meraka yang akan mengisi pentas ini, yaitu mereka-mereka yang datang dari kecamatan-kecamatan yang ada sumbar untuk unjuk kebolehan di lapangan hijau.

Tentunya akan tidak ketemu, jika mereka berfikir bahwa sepakbola itu hanya sekadar kalah dan menang. Apalagi kalau sampai ada yang menghalalkan segala cara hanya meraih kemenangan. Akan sama buruknya ketika tidak bisa menerima kekalahan.

Tetapi jika semuanya bersepakat dan membuktikan bahwa sepakbola yang mereka bawa ke tengah perhelatan Minangkabau Cup itu adalah sebuah cinta dan kasih sayang, tentunya sebuah status “mission complete” bisa didapatkan MKC.

Alangkah indahnya jika melihat MKC Cup kali ini sarat dengan aroma persaingan yang sehat dan kompetitif, menjunjung tinggi sportifitas dan fair play, pamer bakat talenta muda, dan sikap yang menyejukkan dari mereka-mereka yang ada di bench masing-masing, tentunya sebuah Panpel dan perangkat pertandingan yang tangkas, cekatan, dan berjalan sesuai rule.

Selamat bertanding!

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top