Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

FEATURE – Pakai Makser, Awalnya Bak Memandikan Kambing

Dibaca : 81

PADANG – Menyuruh warga komunal memakai masker, awalnya bak memandikan kambing. Sekarang? Jadi kebiasaan baru.

Walau begitu, ada sebagian kecil elemen menyeret protokol kesehatan musim Covid ini, sebagai debat kusir. Berdebat saja isi kepalanya, bukan lagi soal kesehatan.

Jika direnungkan, inti masalah tak lain kesehatan itu. Ini sudah ditaati oleh mayoritas warga Indonesia. Ini disebut arus utama. Arus kecil yang bandel, memilih berbagai alasan untuk menolak tapi mereka takut juga sakit.

Sebagian lain tetap berkerumun pakai masker, baik karena urusan politik pilkada atau karena rindu komunal.

Rindu kumpul itu merupakan sikap dasar bangsa Indonesia. Mereka senang bersama. Itulah kenapa mobil niaga laku, karena muat banyak orang.

Apalagi sebentar lagi akan ada pula libur-liburan, makin meminta energi. Kadang Satgas sudah bak guru TK saja, susah sekali mengatut peserta didik. Maunya main saja.

Padahal menggunakan masker di tengah pandemi Virus Covid-19 tidak boleh disepelekan. Meski tidak bisa digunakan untuk mencegah seluruh virus, tapi penggunaan masker bisa menurunkan kerasnya gejala saat Anda terinfeksi virus tersebut.

Melansir dari South China Morning Post, infeksi Virus Covid-19 berbeda dengan infeksi virus flu. Puncak infeksi virus flu terjadi satu hari setelah gejala muncul. Sedangkan orang yang terinfeksi Virus Covid-19 bisa mengalami puncak infeksi tanpa gejala apapun.

Virus Covid-19 bisa keluar dari mulut atau hidung orang-orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Para peneliti mengatakan bahwa fakta itulah yang membuat cara pencegahan Virus Covid-19 berbeda dengan virus flu biasa.

Menggunakan masker kain memberikan perlindungan utama bagi penggunanya. Masker kain bisa menyaring partikel virus sehingga sangat penting untuk dipakai.

Semakin sedikit jumlah Virus Covid-19 yang terhirup, semakin ringan pula gejala yang Anda alami. Jika Anda menghirup banyak virus, gejalanya yang muncul semakin parah bahkan menyebabkan kematian.

Penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar. (vina)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top