Batu Sangkar, Prokabar – H. Febby Dt Bangso (FDB) selaku ketua forum BLK Komunitas Sumatera Barat temui Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Dalam pertemuan itu, FDB memaparkan bahwa Kementrian Tenaga Kerja telah membangun 32 BLK Komunitas se sumatera barat dengan beberapa jurusan , Pemanfaatan Hasil Pertanian (Agro Industri) , Automotif , Design Grafis dan jurusan keterampilan Lainnya.
“Kita harus melaluka kolabarasi dengan pemerintah desa melalui dana desa untuk pemanfaatan BLK Komunitas dalam rangka peningkatan kapasitas ataupun untuk membangun soft skill masyarakat yang ada di nagari nagari atau desa yang ada di sumatera barat,” tutur FDB.
Bupati Tanah Datar , Eka Putra Menyambut baik kehadiran BLK Komunitas Se Sumatera Barat dengan Varian Skill yang berbeda sehingga bisa diarahkan kepada minat warga untuk ikut pelatihan dan sesuai kebutuhan pasar
“Kehadiran BLK Komunitas Agro Industri Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa di Nagari Gurun Kecamatan Sei Tarab tentunya bisa lebih meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan product turunannya sehingga bisa menjadi sesuatu yg bisa memberikan manfaat lebih bagi para petani dan masyarakat yang akan membeli,” jelas Eka Putra.
Bupati juga akan hadir untuk peresmian BLK Komunitas Agro Industri di Nagari Gurun yang direncanakan pada juni Mendatang.
BLK Komunitas adalah suatu unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, seminari, dhammasekha, pasraman, dan komunitas lainnya. BLK ini berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi/keahlian guna memberikan keterampilan kerja kepada siswa dan komunitas masyarakat di sektiar lembaga, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau mendorong untuk berwirausaha.
BLK Komunitas merupakan terobosan dari Presiden Joko Widodo sejak tahun 2017. Terobosan ini bertujuan untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan keagamaan dengan tambahan keterampilan atau hard skill.
Pendirian BLK Komunitas adalah upaya meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat atau komunitas.
“Diharapkan dengan hadirnya BLK Komunitas, maka santri dan siswa lembaga pendidikan keagamaan serta masyarakat di sekitarnya, mendapatkan akses pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal,” tutup Febby.(rls)
















