Bukitinggi, Prokabar – Keresahan Walikota Bukittinggi Erman Syafar menurut Febby Dt Bangso adalah bentuk kecintaanya terhadap Bukittinggi.
“Apa yang disampaikannya bukanlah satu tuduhan atau fitnah karena disampaikan sangat terbatas dan tidak menyebutkan nama ataupun alamat diduga pelaku, ini semua adalah rasa bentuk kekhawatirannya selaku walikota sambil merenung mengajak kita semua untuk bersama sama duduk mencari solusi dari kemelut sosial saat ini,” bela Febby Dt Bangso.
“Kabar ini harusnya menjadi warning bagi kita semua jan dek raso malu nan bana ndak tasampaikan, seandainya itu tidak terjadi alhamdulillah kita bisa siaga dan waspada, kalau terjadi apa langkah kita kedepannya,” lanjut tokoh muda ini.
Menurutnya, tidak elok kekhawatiran Walikota Bukittinggi dijadikan mainan politik atas nama malu. Padahal mungkin saja itulah kondisi kota hari ini.
“Apa yang dilakukan walikota menurut saya itulah bentuk kecintaan nya terhadap kota ini, jangan kita tutup mata, hanya mengedepankan rasa malu sehingga yang benar tidak tersampaikan dan kita tidak bersungguh sungguh mencari solusi persoalan persoalan sosial, narkoba, judi ataupun kekerasan seksual ataupun anak berhadapan dengan hukum,” ulas Febby.
Sebelumnya Walikota Buktinggi dilaporkan niniak mamak kaum Kurai ke Polresta karena dianggap membuat kegaduhan. Laporan tersebut dilakukan setelah statemen Erman Syafar viral terkait kasus hubungan ibu dan anak di Bukittinggi.
“Kekecewaan ninik mamak, pemangku adat wajar tapi tentu saja niat baik seorang walikota juga harus dipertimbangkan, saya yakin tak ada niat beliau untuk memfitnah siapapun itu, apalagi membuat malu kota yang dipimpinnya,” jelas FDB.
“Mari kita sama sama berfikir jernih dengan kepala dingin niat baik pak walikota dan niniak mamak di bukittinggi bisa bertemu ruas dan buku, jangan dipolitisasi niat baik pak wali kota oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bersitegang ataupun berselisih tidak akan menghentikan persoalan sosial ditengah masyarakat, saya yakin niniak mamak nan gadang basah batuah, pucuak bulek sabana tunggang, badahan cupak jo gantang, barantiang barih balabeh akan bisa memahami niat baik seorang walikota yang mencintai kota dan warganya,” harap Febby Dt Bangso. (rls)
















