FDB Bahas Ketahanan Pariwisata pada Masa Krisis

Penulis -

Sabtu, 3 September 2022 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Febby Dt Bangso, Mahasiswa S3 Program Doktoral Pariwisata STP Trisakti Baru saja menyelesaikan seminar proposal Disertasi tentang Ketahanan Pariwisata Pada Masa Krisis, Studi Kasus Provinsi Bali

Alumni Lemhanas PPRA LXIII ini menjelaskan lebih lanjut kenapa ketahanan pariwisata indonesia itu menjadi sangat penting untuk diteliti sebab belajar dari pengalaman yang pernah ada Pariwisata Indonesia khususnya bali pernah mengalami beberapa kali masa krisis

“Sektor pariwisata telah menjadi bagian penting dalam peningkatan ekonomi daerah bahkan negara. Beberapa daerah di Indonesia sangat bergantung dengan pertumbuhan sektor ekonomi, sebagai contoh provinsi Bali dalam catatan badan pusat statistik pada tahun 2019 dengan 78% pendapat asli daerah bergantung pada sektor pariwisata,” kata Dt Febby.

Mengamati perkembangan sektor pariwisata, dapat dipahami bahwa sektor pariwisata telah memberikan dampak signifikan pada pemenuhan lapangan pekerjaan, pariwisata juga dianggap sebagai cara menjaga nilai-nilai budaya serta kelestarian lingkungan hidup, bahkan pariwisata juga dianggap sebagai jalan transfer pengetahuan dan teknologi lintas daerah dan negara.

Selama pandemi Covid-19 sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak, di Indonesia selama pandemi covid-19 terjadi penurunan hingga 4,5% produk domestik bruto (PDB) akibat terhentinya sektor pariwisata.

Secara khusus berbagai penelitian menyebutkan bahwa tidak optimal dikarenakan rendahnya sumberdaya manusia, tidak adanya keberpihakan politik, belum dianggap pentingnya pariwisata bagi masyarakat, belum adanya sarana dan prasarana yang mumpuni, hingga masih rendahnya akses modal pada sektor pariwisata.

“Mengamati konsep ketahanan nasional Indonesia yang telah dikembangkan secara optimal dengan mengamati pelbagai aspek mulai dari geografis, kekayaan alam, demografis, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan keamanan, maka pada dasarnya kompleksitas ketahanan pariwisata sangat mungkin disederhanakan,” kata Febby.

“Sehingga dapat diamati bentuk paling optimal. Pentingnya sektor pariwisata, adanya masalah dalam ketahanan pariwisata, hingga state of the art dalam penelitian terkait dengan ketahanan pariwisata,” lanjutnya.

Dirasa mungkin untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Secara khusus, dirasa perlu untuk menyusun suatu penelitian dengan berdasarkan kepada tujuan sebagai berikut: 1) mengevaluasi dinamika indikator-indikator perubahan dimasa krisis pada sektor pariwisata di Indonesia; 2) menganalisis pola adaptasi sektor pariwisata selama masa krisis di Indonesia; 3) merumuskan strategi ketahanan pariwisata dalam menghadapi masa krisis di Indonesia.; dan 4) menyusun model dan skenario menghadapi masa krisis dalam membentuk ketahanan pariwisata.

Penelitian ini diharapkan disusun melalui pendekatan kualitatif yang disesuaikan dengan berbagai pendekatan seperti halnya Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis) dan Analisis Hierarcy Process (AHP). Tahap output penelitian ini adalah menyusun model konseptual kebijakan ketahanan pariwisata yang optimal melalui model skenario.

Berbagai analisis ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi model kebijakan dan rencana aksi yang mengikutinya.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB