Fateta Unand Nilai Enam Makanan Tradisional Paling Enak di Padang

Penulis -

Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Unand, menilai enam jenis masakan tradisional Minang Paling Enak di Kota Padang, menurut lidah warga yang biasa mencicipi berbagai menu yang tersedia di berbagai restoran dan rumah makan di Kota Padang.

Keenam jenis makanan yang dinilai itu yakni Gulai Tunjang, Rendang, Soto, Gulai Kapalo Ikan, Ayam Pop serta Dendeng Lambok. Keenamnya ini dinilai, berdasarkan hasil quisioner yang disebar tim Fateta Unand ke masyarakat, medio September 2020 lalu.

“Niat kita melakukan penilaian ini, untuk lebih mengangkat lagi salah satu potensi wisata yaitu wisata kuliner di Kota Padang khususnya, Sumatera Barat secara umum. Semoga ikhtiar Fateta Unand ini akan jadi penambah preferensi calon wisatawan berkunjung ke Ranah Minang,” ungkap Dekan Fateta Unand, Feri Arlius Dt Sipado disela penilaian, Rabu (28/10) sore.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Keenam jenis makanan itu, merupakan menu andalan di lima restoran dan rumah makan (restoran) terpilih –berdasarkan hasil kuisioner– yang ada di ibu kota provinsi Sumbar ini.

“Keenam jenis makanan itu, kita beli sebelum penilaian Rabu siang ini. Pemilik rumah makan dan restoran asal keenam jenis makanan ini, juga tak tahu kita beli untuk dinilai,” terang Feri Arlius.

“Tim juri yang kita minta jadi pencicip rasa, juga tak tahu asal makanan yang tengah dinilainya. Wadah makanan hanya kita tandai dengan angka unik tertentu,” tambahnya.

Tim pencicip rasa ini terdiri dari sembilan orang yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat. Seperti Gusafni Beben (chef Pangeran Beach Hotel), Deri Kurniadi (teman kuliner padang), Fidela Yuzari (food hunter padang) dan Syafira Ennisa (padang food diary).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kemudian, Guswardi (Kadis Pangan Kota Padang), Helmi Suryati (Kabag Ketahanan Pangan di Dinas Pangan Padang), Yevita Nurti (FISIP Unand), Feri Arlius (Fateta Unand) dan Aisman (Fateta Unand).

Hasil penilaian tim pencicip ini, selanjutnya akan dimoderasi Prof Novizar Nazir, Dr Kurnia Herlian Dewi dan Dr Aidinil Zetra.

Sementara, Ketua Tim Moderasi, Prof Novizar Nazir mengungkapkan, panel tim pencicip ini akan menilai mulai dari warna, aroma, tekstur/bentuk, rasa dan sejumlah hal teknis lainnya.

“Tim pencicip akan memberikan skor tertentu pada keenam jenis makanan dari lima rumah makan (restoran) berdasarkan pendapat subjektif mereka,” ungkapnya.

Dikatakan, berdasarkan nilai yang diberikan tim pencicip, mungkin saja nilainya tidak terpaut jauh berbeda satu sama lainnya. Agar keputusan bisa bulat, terangnya, tim moderasi akan bermusyawarah dengan tim pencicip untuk menetapkan jenis makanan terenak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Jalani Uji Labor

Menurut Feri Arlius, keenam jenis makanan yang dinilai ini, selanjutnya akan diuji kandungan nutrisinya di Laboratorium Fateta.

“Uji labor ini sengaja kita lakukan, untuk menjawab keraguan masyarakat luas yang masih khawatir mengonsumsi makanan khas Minang yang banyak santan dan faktor lainnya,” terang Feri Arlius.

“Hasil labor ini, nantinya juga akan jadi bahan rekomendasi perbaikan bagi pengusaha kita nantinya, jika memang ada nutrizi yang tak diperlukan tubuh dalam kuliner unggulan ini,” tambah dia.

Penilaian makanan terenak di Kota Padang ini digelar dalam rangka Fateta Award 2020 yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-12 pada 2020 ino.

“Hasil penilaian ini, akan kita umumkan pada Desember 2020 nanti. Kita akan umumkan bersama Wali Kota Padang nantinya,” ungkap Feri Arlius. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB