Fasilitas Umum Banyak Rusak, Ini Kata Dinas PU Dan KSDA Pasaman

Penulis -

Senin, 3 Juni 2024 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral karena kondisi rusak, jembatan di Lundar - Kuamang Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti sudah diperbaiki. (ist)

Viral karena kondisi rusak, jembatan di Lundar - Kuamang Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti sudah diperbaiki. (ist)

Pasaman, Prokabar – Viral fasilitas umum banyak rusak, Dinas PUPR Kabupaten Pasaman angkat bicara. Melalui Kepala Bidang Bina Marga (BM) Didi ST menjelaskan, gorong-gorong yang pecah dan hancur di ruas jalan Lundar – Kuamang Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti yang kemarin viral, sudah pernah ditangani pada April 2024 lalu, atau jelang idul fitri kemarin.

“Penanganannya memang tidak permanen, hanya bersifat sementara, menggunakan material batang kelapa. Namun saat itu sudah bisa dilewati mobil, termasuk kendaraan jenis truk dan bus,” ujar Didi di ruang kerjanya, Senin (3/5).

Penjelasan itu disampaikan Kabid BM, terkait pemberitaan tentang jalan putus di Jorong Katimahar yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

Didi mengatakan, kendati darurat namun jembatan batang kelapa itu cukup kuat dan diperkirakan bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. “Konstruksinya diikat dengan rantai besi dan dipasangi paku. Jadi, bila tidak ada gangguan diluar teknis, diprediksi bisa bertahan hingga beberapa bulan ke depan,” ujar Didi.

Baca Juga :  Usai Dilaporkan, Kajari Pasaman Disposisi Laporan Dugaan Kasus Pembangunan SMKN 1 Simpati

Sementara itu di tempat terpisah, Wali Nagari Panti Timur Esgianto saat dimintai keterangan, membenarkan kondisi jalan tersebut dan mengakui sudah pernah dipasangi jembatan darurat. Bahkan, jembatan darurat itu sempat ditimbun dan dicor warga agar lebih kuat.

Namun, lanjut Esgiyanto, dampak dari pengecoran itu membuat saluran air di bawah jembatan jadi tersumbat. Akibatnya, lahan persawahan di sisi timur jembatan tidak lagi memperoleh pasokan air dari anak sungai Batang Katimahar.

“Berhubung sekarang sedang musim tanam, pemilik sawah di sekitar lokasi terpaksa membongkar kembali jembatan itu, sejak kemaren jalan tersebut tidak bisa dilalui,” terang Wali Panti Timur.

“Video saat pembongkaran inilah yang viral di youtube,” kata Pak Wali.

Kemudian, atas inisiatif wali nagari, jorong bersama masyarakat Katimahar, hari ini gorong-gorong tersebut dipasangi lagi jembatan yang terbuat dari batang kelapa yang baru.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat

“Hari ini kita targetkan selesai dan kembali bisa dilewati kendaraan” kata Wali Nagari optimis.

Sementara itu, Kadis Kominfo Pasaman, Budhi Hermawan usai meninjau lokasi putusnya jalan Lundar – Kuamang jelang maghrib tadi, menyebut secara rinci lebar jalan putus sekitar 2,1 meter, panjang 7,2 meter, dengan kedalaman sekitar satu meter.

Dikatakan, agar jembatan itu bisa permanen, idealnya dipasangi boxculver 0,9 meter sebanyak 8 buah, dengan diameter kolom 80 cm.

“Debit airnya tidak begitu besar, jadi cukup boxculver ukuran 0,8 meter saja. Tapi untuk teknisnya, biar Dinas PUPR saja yang menjelaskan,” kata Budhi sembari menyebutkan hal itu sudah disampaikannya ke Dinas PUPR Pasaman.

Selanjutnya, perihal mushalla di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti, yang juga jadi sorotan kemarin, ikut dijelaskan Kadis Kominfo. Budhi mengungkap, mushala itu kondisinya memang dalam keadaan rusak berat dan sama sekali tidak bisa dimanfaatkan sebagai tempat ibadah.

Baca Juga :  Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta

Dia menjelaskan, perihal mushala itu sudah dikonfirmasi langsung ke pihak KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Pasaman. “Tadi saya sudah bicara dengan Pak Anton, Kepala KSDA Pasaman dan Beliau menyampaikan mushala di TWA Rimbo Panti bukanlah domain nya Pemda Pasaman, tapi masih kewenangan KSDA. Kecuali Perjanjian Kerjasama antara KSDA dengan Pemda Pasaman sudah resmi ditandatangani,” kata Budhi Hermawan.

Memang lanjutnya, kondisi mushala di pinggir jalan lintas Sumatera itu sudah sering jadi sorotan publik, lantaran tidak terawat. Tapi keadaan itu bukan karena Pemkab Pasaman tidak peduli, namun tersebab oleh regulasi yang membatasi.

“Lokasinya berada dalam kawasan hutan konservasi cagar alam, jadi tidak bisa begitu saja dipugar atau dibangun. Padahal sudah banyak pihak punya keinginan untuk memperbaikinya,” sebut Kadis Kominfo. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang
Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu
Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih Masyarakat Simpati Pasaman
Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta
Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian
Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban
Dinas Kesehatan Dharmasraya Targetkan Empat Wilayah Puskesmas Sasaran Sosialisasi Gema Cermat
Wali Kota Fadly Amran Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Serahkan Hadiah Rp180 Juta
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:35 WIB

Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:11 WIB

Rusak Alam Lewat Tambang Liar, Siap-Siap Terima Azab Allah! Alquran Sudah Peringatkan 15 Abad Lalu

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:13 WIB

Dalam Suasana Idul Adha 1447 H, Skuad PSP Tim Perdana Yang Tiba di Yogyakarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:27 WIB

Ribuan Jamaah Padati PT Semen Padang, Iduladha 1447 Hijriah Jadi Momentum Menebar Kepedulian

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:34 WIB

Idul Adha 2026 Pasaman Sembelih 1850 Hewan Kurban

Berita Terbaru