Fakhrizal Punya Tips Untuk Anak Muda Minangkabau

Penulis -

Rabu, 30 September 2020 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Fakhrizal jadi jenderal bukan karena dirinya semata, tapi lebih karena orang tuanya. Disekolahkannya, dididiknya, dikawal, dimarahi, dinasihati dan didoakannya. Fakhrizal kemudian meniru orang tuanya pula, maka jadilah keluarganya bahagia, anak-anaknya berhasil.

Banyak emak-emak dan angku-angku kita di Minangkabau, anaknya sukses, karena memang awalnya di rumah tangga. Tak semua harus kaya dan tak absolut orang miskin akan miskin selamanya. Doa jika dilapazkan, maka Tuhan akan membuatkan titian untuk doa itu. Contoh-contoh seperti ini ada di semua daerah, apalagi di Agam Tuo, juga di Mudiak Limapuluh Kota. Anak-anak mereka sukses dan jadi orang.

Menurut Fakhrizal, yang paling penting adalah niat orang tua dan kemauan anak. Anak punya bakatnya sendiri dan jangan tukar kepala anak dengan kepala orangtua. Orang tua hanya mengarahkan. Bahwa bakatnya meniru bakat ayah atau ibunya, itu hal bagus. Kalau tidak, bagus juga.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Jika sekarang, sudah banyak jalan terbuka untuk beasiswa, jadi tak sesulit dulu lagi. Yang sulit kemudian mencari kerja.Karena itu, sejak dini anak didik “memasuki dunia sesungguhnya,” karena hanya sebentar jadi tanggung jawab orangtua, setelah itu anak akan menjadi dewasa dan membangun dunianya sendiri.

Jangan mewariskan keluh kesah pada anak, “yo baa juo lai, mode iko iduik awaknye nak.” Itu jadikan saja kisah orangtua. Anak biarkan membangun cita-citanya.Jika pasrah dengan keadaan, maka peluang hanya untuk orang yang bermotivasi. Minangkabau sudah membuktikan, yang suskes itu justru banyak dari kalangan tak punya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ungkapan: Kok kayo, kayolah surang, kok santiang, santianglah surang, den ndak ka mamintak ndak ka batanyo, rasa-rasanya bentuk sebuah kesombongan. Sebuah sikap untuk menyembunyikan ketidakberdayaan kita menerjang zaman. Mungkin pada sedikit kasus akan bermakna positif, tapi karena sikap penolakan sosial semacam itu, biasanya banyak negatifnya. Benci pada kemajuan, tak suka pada orang sukses dan suka mencimeeh. Hal-hal negatif dalam diri masing-masing harus dibuang, agar rumah tangga menjadi indah, bahagia dan rezeki akan datang.

“Bayangkan, tiap rumah tangga berhati suci, sabar, tawakal dan pekerjan keras, maka himpunan semua rumah tangga itulah yang akan menopang Sumbar,”kata Jenderal kita ini, Selasa (29/9).

Fakhrizal ingin anak-anak Minang sukses baik di kampung atau di rantau. Rengek jan banyak bana, jan tiok sabanta minta balian motor sama orang tua. Yang mesti dilakukan: Urang tua tu dibalian oto, dibuekan rumah, atau motor kalau lah bakacak juga dunia oleh beliau-beliau itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia yakin, anak muda kita sekarang tageh-tageh, walau sepertinya ada yang tidak. Ia tak berjanji muluk-muluk, kalau jadi gubernur, akan ia jaga keseimbangan lapangan kerja. Sekarang nyaris tidak ada lapangan kerja di daerah ini.

Pesan jenderal, tiap anak harus santun pada orang tua.Santun itulah pintu menuju masa depan. Masa depan itu akan empuk, kalau doa orang tua tiap sembahyang itu, Anda amini dalam hati. Jangan lembek dan jangan sombong, itulah anak muda yang akan sukses, kata dia. (malin kapalo koto)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB