Padang, Prokabar, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menyebut, permainan tradisional anak nagari, harus terus digaungkan dan dimainkan kembali di kalangan generasi muda. Pasalnya permainan ini diyakini dapat membentuk karakter generasi muda.
“Sebagai contoh, dalam permainan sipak rago, dapat terlihat, sesulit sulit apa pun kita menerima bola dari rekan kita, pasti kita akan berusaha mengembalikan bola yang terbaik, sehingga memudahkan rekan lainnya untuk menerima bola dari kita. Ini menunjukkan karakter seseorang, sesulit apa pun kita, pasti akan berusaha membantu dan memberikan yang terbaik kepada rekan kita,” sebut Evi Yandri Rajo Budiman.
Ini lah yang mendasari Evi Yandri, kembali mengalokasikan anggaran pokok pokok pikirannya, untuk kegiatan permainan tradisional anak nagari, sipak rago untuk kedua kalinya di tahun 2023 ini, melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.
Iven Permanan Sipak Rago ini memang mulai kembali digandrungi di generasi muda di banyak kabupaten kota di Sumbar. Namun begitu kebanyakan masih berupa festival. Sementara untuk perlombaannya masih sangat minim.
Dengan diadakannya Lomba Permainan Tradisional Anak Nagari Seperti Sipak Rago Ini, Diharapkan dapat semakin membangkitkan kembali kecintaan generasi muda bermain sipak rago. Sekaligus mendorong banyak pihak, untuak menyelenggarakan lomba serupa.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komunitas Sipak Rago Pauh IX, Nasrul Mansur. Tuo Rago ini juga menyebut, selama ini, iven Sipak Rago digelar hanya didanai oleh donatur, dan juga badoncek dari anggota tim sipak rago itu sendiri.
“Dengan dialokasikan khusus melalui pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Provinsi lewat dana pokok pokok pikiran anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman ini tentu dapat membuat iven semakin semarak,” sebut Nasrul Mansur.
Iven yang dihelat di halaman kantor Kerapatan Adat Nagari Pauh IX ini, diikuti oleh 28 tim. Lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 22 tim sipak rago. Total hadiah mencapai 39 juta rupiah. Dimana pemenang yang dicari adalah peringkat pertama hingga peringkat ke enam.
Kepala Museum Adityawarman, Mardison,mewakili Kadis Kebudayaan Sumbar yang membuka kegiatan Sipak Rago, berharap, kedepan, Iven Sipak Rago dapat lebih semarak lagi. Tidak hanya diikuti oleh tim Sipak Rago, namun juga diiringi dengan permainan seni tradisional minang yang memang sudah sangat jarang tampil di tengah masyarakat. (Adh)
















