Peristiwa

Evaluasi PSBB, Pemkab Agam Bagi Tim Monitoring Ke 16 Kecamatan

Dibaca : 348

Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam melakukan monitoring sekaligus evaluasi pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) ke seluruh kecamatan di Kabupaten Agam, Jumat (24/4). Melihat langsung proses penerapan physical distensing pada masyarakat di hari pertama Ramadhan 1440 Hijrah atau tahun 2020 ini.

Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menyebutkan Pemkab Agam telah membagi 16 Tim Monitoring tersebut dan telah menyebar ke 16 kecamatan se Kabupaten Agam. Ia sendiri memimpin Tim Dua bersama Kadisperindak dan Sekretaris Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Melakukan monitoring pasar pabukoan di Kecamatan Tanjung Raya.

“Ya yang pertama itu, Pemkab Agam biasanya membentuk Tim Safari Ramadhan. Namun di di tahun ini kita menyesuaikan. Terkait PSBB. Maka dibentuklah Tim monitoring PSBB melakukan evaluasi penerapannya di masyarakat. Tugasnya melakukan monitoring, interaksi sosial dan sosialisasi,” terangnya.

Trinda melanjutkan ada dua hal khas selama Ramadhan ini. Pertama tentang kegiatan Ibadah keagamaan dan kedua, pasar pabukoan. “Sesuai dengan himbauan dan sosialisasi sebelumnya, sejauhmana penerapan masyarakat dalam penerapan PSBB. Hal ini akan menjadi catatan evaluasi kita di Forkopimda Agam nantinya,” kata Wakil Bupati Agam.

Sesuai berbagai aturan PSBB yang telah diedarkan, dihari pertama ini kita akan melakukan monitoring kegiatan Sholat berjemaah Tarawih atau sholat Jumat. Sesuai himbauan untuk sementara ditiadakan. “Masyarakat diminta untuk cukup sholat di rumah. Bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid 19 tersebut. Dalam hal itu, ulama kita dan Kemenag Agam sudah mengeluarkan fatwa serta dalilnya.” tuturnya.

Terkait pasar pabukoan, kita sudah melakukan berbagai inovasi setiap kecamatan dengan pabukoan online. “Kita tidak melarang masyarakat berjualan. Namun kita sudah memberikan batasan-batasan sesuai ketentuan PSBB sehingga dapat dipahami dan diterapkan masyarakat. Bertujuan memutus mata rantai Covid 19,” ujarnya.

Mantan Anggota DPRD provinsi Sumatra Barat ini juga menerangkan, sama seperti Tim Safari Ramadhan tahun lalu, masing-masing Tim diketuai Kepala Forkopimda, seperti Bupati, Wakil Bupati, Kejari, Kepala Pengadilan Negeri, Kapolres, Kalapas, Dandim 0304 Agam, Sekda, Assisten dan Kepala OPD lainnya. “Setiap tim telah bergerak melakukan monitoring. Dan masing-masing tim akan terus berkelanjutan monitor ke seluruh kecamatan se Kabupaten Agam,” lanjutnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top