Agam, Prokabar – Usai mengalami kecelakaan di Kelok 28, Bus Angkutan Kota/kabupaten Jurusan Bukittinggi-Pasaman Barat Rabu sore (29/5), akhirnya dievakuasi petugas melalui mobil Derek, Kamis (30/5) kemarin. Proses pengangkatan Bus Familly tersebut berlangsung alot, pasalnya kondisi medan untuk eksekusi terbilang sulit dan berat.
“Proses evakuasi ini sudah berlangsung sejak kemaren. Namun baru berhasil diangkat hari ini. Selain berada tepat di tikungan kelok 28, di kelok 44 ini, jurang dengan sawah disertai tebing yang terbilang tinggi, cukup menyulitkan petugas Derek mengangkatnya ke atas,” terang Kanit Laka Lantas Kabupaten Agam, Ipda Barmana M. kepada Prokabar.com yang memantau langsung proses evakuasi bus tersebut.
Untuk menderek bus tersebut dibutuhkan sekitar 6 orang tenaga dibantu 1 unit mobil Derek Satlantas serta terali rantai besi. “Beruntung di lokasi tersebut ada pohon besar, digunakan untuk tempat menggantungkan rantai, sehingga memudahkan bus itu diderek ke atas jalan,” terangnya lagi.
Kegiatan dimulai dari pukul 7 pagi lanjutnya. Selain petugas Derek, kami dari Petugas kepolisian juga siaga sekitar 4 orang Personil untuk mengamankan jalin kelok 28 tersebut, agar tetap berjalan lancer dan aman. “Agar proses pengangkatan bus tidak mengganggu lalu lintas, kami juga siaga 4 orang personil untuk mengaturnya. Hingga kegiatan berakhir, proses penderekan bus berjalan lancer dan terkendali,” pungkas Ipda Barmana. (rud)
















