Erupsi. Pendaki Bandel Tetap Mendaki Gunung Marapi

Penulis -

Sabtu, 7 Januari 2023 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Gunung marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Agam mengalami erupsi, sabtu pagi (7/1). Tercatat, gunung marapi tersebut telah erupsi sebanyak enam kali mulai 06.11 WIB.

Jalur pendakian gunung marapi pun akhirnya ditutup sementara oleh pihak berwenang dan berstatus level II atau waspada. Meski ditutup, namun masih banyak pendaki yang membandel dan tetap melanjutkan pendakian.

Pada sabtu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB sebanyak 29 orang lebih pendaki tetap melanjutkan pendakian mereka. Para pendaki berasal dari provinsi Riau, Kota Duri dan Pekanbaru.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” hari ini, sekitar pukul 8 atau 9 tadi masih ada yang naik. Saya sebagai yang dituakan disini sudah mengisyaratkan kalau ada larangan. Mengingat ada pendaki yang dari jauh, Dumai dan Pekanbaru, dan kalau masih bersikeras naik, kosekuensinya tanggung sendiri,” ujar Syafizal alias ayah saat ditemui di jalur pendakian Batu Palano.

Syafrizal mengatakan, jika dia tidak mempunyai kuasa untuk melarang pendaki untuk naik ke gunung marapi, dan hanya bisa menghimbau.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

” saya hanya bisa menghimbau seperti yang diedarkan, tidak bisa melarang mereka. Seperti tadi ada 29 orang dari Duri mereka open trip dan selebihnya ada rombongan rombongan sekitat 4 orang,” lanjutnya lagi.

Saat ditanyai ada tidaknya petugas resmi yang melarang dilokasi pendakian, Syafrizal menjawab jika belum ada.

” belum ada, petugas resmi mengatakan kepada bapak, kalau bisa ditahan ya ditahan, ya seperti tadi lah. Tapi mereka dalam perjalanan kesini,” ujarnya.

Sementara itu, penjaga pos marapi Koto Baru, mencatat jika terdata sebanyak 5 pendaki melewati pos tersebut dan memulai pendakian pada hari jumat (6/1) kemarin.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

” ada 5 orang pendaki melewati pos ini pada jumat. Hari ini mereka turun, itu kendaraan mereka terparkir disana,” kata Sigit Dema Saputra, wakil ketua pokdarwis Nagari Koto Baru.

Pantauan prokabar.com dilokasi Jalur Batu Palano, para pendaki masih berdatangan untuk mendaki gunung marapi. Setidaknya, terlihat rombongan dari Batipuh Tanah Datar sebanyak 5 orang, pendaki dengan kendaraan bermotor sebanyak 5 motor atau 10 orang. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB