Palembayan, Prokabar — Kepala BKSDA Sumatra Barat, Erly Sukismanto mendatangi langsung lokasi Penemuan Rafflesia diklaim terbesar di dunia tersebut, Rabu (1/1). Lokasi bertepat di Jorong Marabau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Berdasarkan diskusi dan konsultasinya dengan tenaga ahli atau pakar Rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, adanya temuan Rafflesia tuan-mudae yang diklaim hanya ada di Malaysia kini telah terbantahkan.
“Dahulunya hanya ditemukan di Malaysia. Ternyata 2017, Tim BKSDA Resor Agam juga menemukan Rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau. 2019 ditemukan lagi di lokasi yang sama dan memang banyak knop-knopnya di sini. Artinya ini menunjukan bahwa penunjukan dan penetapan CA Maninjau sebagai konservasi memang sangat tepat,” ungkap Erly.
Ia berharapan pemerintah daerah bersama masyarakat dan setiap orang agar bersama-sama memelihara, merawat dan melindungi Cagar Alam ini. Ini juga kekayaan yang sangat langka disertai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Jadi di Indonesia, Rafflesia tuan-mudae baru ada di sini dan ini yang terbesar. Sesuai menurut Agus, dibanding dimiliki Malaysia, Rafflesia tuan-mudae di sini lebih besar disini. Artinya ini sesuatu hal yang bagus,” terangnya.
Kami bersama Pak Agus lanjutnya, berkeinginan untuk menjadikan Sumatra Barat sebagai House Of Rafflesia, karena dari 21 kawasan Cagar Alam, 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 14 daerahnya ada Rafflesia. Hanya 5 daerah yang tidak ada Rafflesia tersebut. Dari 31 jenis rafflesia di dunia, 15 jenis ada di Indonesia. Dan di Sumatra Barat ada 15 jenis tersebut.
“Artinya ini Sumatra Barat merupakan Rumahnya Rafflesia. Tentunya dari semua pihak, warga, masyarakat, pemerintah daerah harus ada program-program yang edukatif. Karena ini cagar alam tentu bukan untuk wisata. Tetapi untuk kegiatan pelatihan atau pendidikan. Seperti Mahasiswa dan pelajar ingin belajar ilmu pengetahuan tentang Rafflesia dan Cagar Alam. Kita dari BKSDA Sumatra Barat akan siap menfasilitasinya,” pangkas Kepala BKSDA Sumatra Barat tersebut. (rud)
















