Erly Sukismanto: Sumbar Rumahnya Rafflesia

Penulis -

Rabu, 1 Januari 2020 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembayan, Prokabar — Kepala BKSDA Sumatra Barat, Erly Sukismanto mendatangi langsung lokasi Penemuan Rafflesia diklaim terbesar di dunia tersebut, Rabu (1/1). Lokasi bertepat di Jorong Marabau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Berdasarkan diskusi dan konsultasinya dengan tenaga ahli atau pakar Rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, adanya temuan Rafflesia tuan-mudae yang diklaim hanya ada di Malaysia kini telah terbantahkan.

“Dahulunya hanya ditemukan di Malaysia. Ternyata 2017, Tim BKSDA Resor Agam juga menemukan Rafflesia tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau. 2019 ditemukan lagi di lokasi yang sama dan memang banyak knop-knopnya di sini. Artinya ini menunjukan bahwa penunjukan dan penetapan CA Maninjau sebagai konservasi memang sangat tepat,” ungkap Erly.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia berharapan pemerintah daerah bersama masyarakat dan setiap orang agar bersama-sama memelihara, merawat dan melindungi Cagar Alam ini. Ini juga kekayaan yang sangat langka disertai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Jadi di Indonesia, Rafflesia tuan-mudae baru ada di sini dan ini yang terbesar. Sesuai menurut Agus, dibanding dimiliki Malaysia, Rafflesia tuan-mudae di sini lebih besar disini. Artinya ini sesuatu hal yang bagus,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kami bersama Pak Agus lanjutnya, berkeinginan untuk menjadikan Sumatra Barat sebagai House Of Rafflesia, karena dari 21 kawasan Cagar Alam, 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat, 14 daerahnya ada Rafflesia. Hanya 5 daerah yang tidak ada Rafflesia tersebut. Dari 31 jenis rafflesia di dunia, 15 jenis ada di Indonesia. Dan di Sumatra Barat ada 15 jenis tersebut.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Artinya ini Sumatra Barat merupakan Rumahnya Rafflesia. Tentunya dari semua pihak, warga, masyarakat, pemerintah daerah harus ada program-program yang edukatif. Karena ini cagar alam tentu bukan untuk wisata. Tetapi untuk kegiatan pelatihan atau pendidikan. Seperti Mahasiswa dan pelajar ingin belajar ilmu pengetahuan tentang Rafflesia dan Cagar Alam. Kita dari BKSDA Sumatra Barat akan siap menfasilitasinya,” pangkas Kepala BKSDA Sumatra Barat tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB