Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Episode 12 Se2ruan : Kenangan Bagoes AA Dimata Jody MHR dan Richard Christian (2)

Dibaca : 261

Jakarta, Prokabar – Sesi kedua dari episode ke-12 Instagram Live @Se2ruan, pemandu acara Ifan Ohsi melanjutkan perbincangan bersama putra Bagoes AA, Jody MHR. Selama 30 menit, Jody mengisahkan tentang sosok ayahnya yang selalu memberinya inspirasi.

”Papa jadi sosok inspirasi buat saya. Sejak kecil hingga sekarang selalu mengajarkan musik. Tak hanya itu saja, beliau juga teman yang selalu mengajarkan kebaikan. Beliau benar-benar saya kagumi,” kenang Jody.

Tentang pribadi Bagoes AA yang pendiam, dirasakan juga oleh Jody. Selama di rumah, sosok ayahnya itu dikenal pendiam.

”Kalau bicara selalu tentang musik. Bahkan ketika ibu meninggal, papa mengekpresikan kehilangannya itu menjadi sebuah karya,” kenang Jody lagi.

Sepeninggalan belahan hati, kondisi kesehatan Bagoes AA menurun. Jody menyebut sejak ibunya meninggal dunia (Februari lalu), ayahnya sering bolak balik ke rumah sakit.

”Sakitnya sudah lama, sering ke rumah sakit juga. Apalagi ketika Februari, ibu meninggal kondisi kesehatan papa mulai ngedrop. Sangat merasakan kehilangan,” tuturnya.

Selain mengisahkan tentang bagaimana sosok ayahnya, Jody juga membahas tentang karya-karya Bagoes AA dalam album ‘Euphoria’. Salahsatunya adalah lagu ‘Datanglah Ceria’ yang kembali dipopulerkan oleh Richard Christian.

”Single ‘Datanglah Ceria’ sebelumnya dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa. Papa pernah bilang ketika lagu ini dinyanyikan Richard, suaranya ngeblend banget. Klop dan nuansanya baru banget. Pujian itu disebut papa ketika kembali mendengarkan suara Richard,” ucap Jody menirukan ucapan ayahnya.

Pria yang memilih jalur musik DJ ini pun mendapat tantangan dari ayahnya. Jody mengisi drum dan bass menggunakan perangkat DJ nya mengisi empat lagu, ‘Datanglah Ceria’, ‘17 Setengah Tahun Keatas’, ‘Emily’ dan ‘Cintanya Dia’.

”Awalnya saya main di studio papa. Terus dibilang, Jod kan suka nge-DJ cobain tes masukin ke lagu-lagu papa. Kasih tamborin, drum dan bass ala DJ,” kenang Jody.

Ternyata setelah mencoba satu lagu, Bagoes AA menyukai hasil karya putranya. Malah Jody diminta mengisi tiga lagu lagi. ”Tadinya satu eh ditambah lagi tiga. Jadi ada empat lagu yang saya buat,” sebutnya.

Saat ditanya Ifan tentang karya Bagoes AA yang paling disukai, Jody menyebut ‘Ada Yang Lain’. ”Lagu ini lagu kenangan dimana papa nyanyi bareng ibu saya,” kenang Jody.

Diakhir perbincangan, Jody menuturkan ada pesan penting yang diamanatkan ayahnya. ”Sebelum meninggal ada ucapan, musik Indonesia harus menjadi center. Kita sebagai musisi, karyanya harus dilihat dunia. Punya ciri khas yang harus dibanggakan,” pungkas Jody. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top