Tanah Datar, Prokabar- Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar dihimbau untuk segera melakukan vaksinasi. Pasalnya, masih banyak ditemukan ASN di Tanah Datar yang enggan untuk divaksin.
Bagi ASN yang enggan untuk divaksin tersebut, Pemerintah Kabupaten telah mengambil kesepakatan agar para ASN yang tersebut terancam tidak menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
ASN Tanah Datar yang tidak mau divaksin terancam tidak menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Hal ini disampaikan Kadis Kesehatan, Yesrita Zedrianis, Selasa (16/11) disela sela kunjungan ke pemondokan kafilah MTQ di Padang Panjang.
“Bagi ASN yang tidak mau divaksin terancam tidak menerima TPP,” ujar Yesrita Zedrianis.
Yesrita menyebut, jika ASN terancam tidak menerima TPP ini, nantinya diperkuat dengan surat edaran Bupati Tanah Datar. Dia menjelaskan, jika saat ini baru 71 persen ASN yang sudah divaksin, sisanya sebanyak 29 persen masih belum.
“Yang belum ini ada karena beberapa alasan, ada yang memang karena menderita penyakit kormobit, ada yang sedang fase tahap satu ke tahap dua, dan ada yang masih enggan untuk divaksin, ” terangnya.
Meski begitu, Yesrita berharap bagi ASN yang belum atau tidak mau sama sekali divaksin segera melakukan vaksin.
” Kedepannya untuk percepatan vaksin di Tanah Datar, masing- masing ASN akan ditugasi untuk mengajak atau membawa minimal satu orang lainnya atau masyarakat untuk divaksin, ” jelasnya.
Untuk mendorong ASN agar divaksin, pemerintah daerah telah menugasi masing-masing kepala OPD untuk menyelesaikan pelaksanaan vaksin bagi bawahannya.
“ASN yang belum divaksin, ini merupakan tugas utama kepala OPD masing masing dinas,” katanya lagi.
Dijelaskan, sejauh ini masyarakat Tanah Datar sudah divaksin sebesar 42%, jumlah ini akan terus mengalami peningkatan, seiring dengan gencarnya pelaksanaan vaksin ditiap nagari oleh Pemkab bekerjasama dengan pihak atau instansi lainnya seperti TNI dan Polri.
“Kita akan terus berupaya meningkatkan persentase masyarakat untuk divaksin,” katanya sembari menyebut, khusus Dinas Kesehatan seluruh ASN nya sudah selesai divaksin dengan persentase sebesar 103 persen. (eym)
















