Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Enam Tahun Mangkrak, Begini Kondisi Pembangunan Gedung Baru IGD RSUD Lubuk Sikaping

Dibaca : 222

Pasaman, Prokabar — RSUD Lubuk Sikaping punya gedung IGD baru. Bahkan fasilitasnya pun meningkat. Kini ada fasilitas untuk pengobatan cuci darah, ruang operasi dan beberapa fasilitas lainnya.

Terasa betul manfaatnya bagi masyarakat. Terutama yang menderita gagal ginjal, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Bukittinggi untuk proses cuci darah, cukup di RSUD Lubuk Sikaping saja, sudah terkoneksi pula untuk pelayanan pasien BPJS.

Gedung baru dan fasilitas baru ini diresmikan Senin (28/10). Usai diresmikan oleh Bupati Pasaman Yusuf Lubis dan disaksikan oleh pimpinan intansi vertikal di Pasaman, fasilitas dan operasional langsung ditinjau bersama TP4D Kejari Pasaman.

Benar-benar mantap semua pelayanan dan gedung baru yang berdiri megah di sisi kiri bangunan induk RSUD Lubuk Sikaping ini.

Bupati Yusuf Lubis didampingi Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili, Kadis Kesehatan Pasaman, Arnida dan Kajari Pasaman, Adhryansah menjelaskan, penambahan fasilitas ini demi memberi layanan kepada masyarakat Kabupaten Pasaman. Sebanyak enam unit mesin pun sudah diadakan.

“Bahkan, juga telah ada tenaga medis untuk pelayanan khusus cuci darah ini. Tenaga medis ini berjumlah dua orang dokter ahli dan beberapa perawat. “Kita memiliki dua dokter yang menangani pasien hemodialisis, masing-masing dokter Festi Eliza dan Pretty Sepsinola, serta tiga perawat,” jelas Bupati Yusuf dan dokter Yong.

Di sisi lain, berdirinya bangunan IGD yang baru ini, ada jabatan yang dipertaruhkan. Sebuah perjuangan yang begitu berat. Ini kisah Kajari Pasaman, Adhryansah.

Pantauan Prokabar.com, kisah ini berawal saat mangkraknya pembangunan fasilitas ini lebih dari lima tahun silam. Rekanan dan pihak RSUD serta pemerintah, konslet. Hingga akhirnya berakhir di meja hijau tanpa putusan yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Objek jadi sengketa dingin antara rekanan kala itu dengan pemerintah. Bangunan yang sudah dibangun terbangkalai, tak bertuan dan ditinggal begitu saja.

Hingga akhirnya, awal tahun 2018 lalu, lembaran baru dibuka. Hasil koordinasi pihak RSUD dan Kejaksaan Negeri Pasaman, pembangunan harus dilanjutkan. Tidak boleh terhalang perihal masalah yang bertahun-tahun silam.

“Ini demi masyarakat Pasaman, kami bertindak sebagai pengacara negara mendampingi pemerintah dalam hal proses kelanjutan pembangunan. Kredibilitas kami dipertaruhkan. Sepanjang ini pebangunan tidak melanggar aturan, kami dampingi, hingga akhirnya pembangunan sukses. Dalam pembangunan kamipun mendampingi pihak RSUD melalui TP4D. Selamat atas kesuksesan yang lama ditunggu masyarakat pasaman ini,” kata Kajari Adhryansah.

Di sisi lain, untuk pembangunan besar-besaran yang telah sukses dan ada yang sedang berlangsung ini, telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp3 miliar. Rekanan yang dulu bermasalah, kembali untuk kedua kalinya menempuh jalur meja hijau dan prosesnya sedang berlangsung.

“Masalah lama itu titik beratnya pada perhitungan bobot kerja dan masalah lainnya. Rekanan kala itu tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu, hingga akhirnya putus kontrak. Lalu perihal bobot kerja tidak bertemu kata memuaskan bagi rekanan hingga dimejahijaukan dan putus. Setelah putus sidang, tak ada hasil memuaskan bagi pihak rekanan dan Pemkab Pasaman. Hingga kasus ini berlarut-larut. Kini proses pembangunan berlanjut, rekanan kembali menggugat, kami layani dengan dibantu dan berkoordinasi dengan Kejari Pasaman. Mudah-mudahan cepat selesai,” tukas Direktur RSUD dokter Yong. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top