Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Enam Orang Petani Sipora Dihukum Karena Melanggar PSBB

Dibaca : 175

Mentawai, Prokabar — Langgar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), enam orang warga Desa Nemnem Leleu , Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berprofesi sebagai petani setempat diamankan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sipora.

Kapolsek Sipora Iptu Donny Putra, mengatakan keenam pelaku pelanggar PSBB tersebut diamankan saat sedang asyik main domino di salah satu kedai tanpa mengindahkan protokol Kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak, serta melibatkan keramaian, tanpa memperhatikan himbauan Pemerintah dalam masa PSBB dan maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dalam memutus mata rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-9) di tengah masyarakat.

“Awalnya, kita sedang melakukan patroli, sekira pukul 11.30 WIB kita mengarah ke arah Desa Mara dan kita lanjutkan ke Desa Nemnem Leleu, lalu pada saat berada di Dusun Nemnemleleu Tengah Desa Nemnemleleu didapat informasi bahwa ada sekelompok pemuda sedang asyik bermain domino di sebuah kedai dan tidak mau dilarang, sehingga mendapat kabar, kita langsung menuju kedai yangg dimaksud yang berada di Dusun Nemnemleleu Tengah,” ujarnya, dilansir Prokabar dari MC Mentawai, Sabtu (23/5).

Ia juga menyampaikan, keenam orang tersebut langsung digiring ke Mako Polsek Sipora dengan menggunakan mobil Bumdes Desa Nemnem Leleu, sesampainya di Polsek Sipora, tindakan yang dilakukan yaitu berupa tindakan fisik berupa Push Up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat bendera, latihan baris berbaris, dan membuat surat pernyataan.

“Tujuan diberi tindakan adalah untuk meningkatkan kembali rasa Nasionalisme karena mereka tidak mengindahkan himbauan pemerintah dlm masa PSBB namun personil Polsek Sipora tetap konsisten dalam menindak setiap pelanggaran PSBB. Setelah kita melakukan penindakan, kita juga langsung memberikan masker yang kita pasangkan langsung oleh Kapolsek, bersama Kepala Desa Nemnem Leleu,”imbuhnya.

Sementara pemilik kedai di berikan teguran lisan agar tidak lagi menyediakan permainan domino atau apa pun yang dapat menyebabkan berkumpulnya orang ramai. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top