Emridona Jadi Penerima Huntap Mandiri Sepablock Pertama di Kota Pariaman

Penulis -

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar- Pemanfaatan produk inovasi PT Semen Padang, Semen Padang Bata Interlock atau Sepablock, terus meluas di Sumatera Barat. Teknologi konstruksi ini kembali digunakan dalam pembangunan hunian tetap atau huntap mandiri yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Di Kota Pariaman, penerapan Sepablock ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri untuk Emridona di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Jumat (1/5/2026). Emridona menjadi penerima huntap mandiri pertama di Kota Pariaman yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock.

Penerapan Sepablock di Kota Pariaman menambah deretan wilayah yang lebih dahulu menggunakan inovasi tersebut, seperti Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang. Penggunaan teknologi bata interlock ini menunjukkan bahwa Sepablock kian dipercaya sebagai solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tahan terhadap risiko bencana.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Sekretaris Utama BNPB Rustian, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Turut hadir Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham, Kepala Unit BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra, serta unsur Forkopimda Kota Pariaman.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sestama BNPB Rustian menyampaikan rasa prihatin kepada para korban bencana, termasuk Emridona sebagai penerima manfaat huntap mandiri pertama di Kota Pariaman. Ia menegaskan, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Penanganan bencana adalah urusan bersama, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kami memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh siklus pemulihan selesai,” ujar Rustian.

Rustian juga menyoroti penggunaan teknologi Sepablock sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan huntap mandiri di Kota Pariaman. Menurutnya, material tersebut menawarkan kualitas bangunan yang baik, lebih aman, dan nyaman bagi penghuni.

“Rumah milik Emridona menjadi unit pertama di Kota Pariaman yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock. Hunian tipe 36 ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pembangunan huntap mandiri lainnya di wilayah tersebut,” katanya.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut peletakan batu pertama huntap mandiri tersebut sebagai momentum penting bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.

“Hari ini adalah momen bersejarah dan penuh harapan. Ini menjadi simbol berakhirnya masa darurat dan pengungsian, sekaligus dimulainya fase kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh,” ujar Yota.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan di hunian yang layak.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Program huntap mandiri di Kota Pariaman masih bersifat terbuka dan fleksibel. Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor dan merasa terancam oleh kondisi lingkungan pascabencana dapat mengajukan diri sebagai penerima program melalui BNPB dan BPBD setempat.

“Untuk saat ini baru satu unit yang dibangun. Namun ke depan, masyarakat yang merasa rumahnya tidak lagi aman bisa melapor, dengan syarat memiliki lahan untuk pembangunan huntap. Kami berharap masyarakat bisa kembali hidup lebih baik di hunian yang lebih layak,” jelas Yota.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan PT Semen Padang terus mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya di Sumatera Barat. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Sepablock, produk inovasi PT Semen Padang yang dinilai sangat cocok untuk pembangunan hunian pascabencana.

“PT Semen Padang berkomitmen untuk terus hadir dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. Melalui Sepablock, kami berharap dapat ikut membantu penyediaan hunian yang layak, aman, dan lebih tangguh bagi masyarakat,” ujar Win.

Menurut Win, meluasnya penggunaan Sepablock dalam pembangunan huntap mandiri menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat memberi kontribusi nyata bagi kebutuhan kemanusiaan dan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kepala Unit BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menambahkan bahwa Sepablock sangat cocok untuk kebutuhan hunian pascabencana yang cepat, aman, dan efisien.

Menurut Yelmi, penggunaan Sepablock memungkinkan pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30 hari, tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan.

“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan huntap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa,” ujarnya.

Sementara itu, Emridona menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pembangunan huntap mandiri yang diterimanya. Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan keluarga setelah rumah yang sebelumnya ditempati terdampak bencana hidrometeorologi.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya BNPB, Pemerintah Kota Pariaman, serta PT Semen Padang yang telah membantu kami memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.

Meluasnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah di Sumatera Barat memperkuat harapan terhadap percepatan pemulihan pascabencana. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan yang lebih tangguh. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB