Empat Usulan Lokasi Untuk Hunian Tetap Korban Gempa Sulteng

Penulis -

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian terkait relokasi hunian tetap bagi para korban yang terdampak fenomena gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diajukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Ada empat lokasi alternatif yang tengah diusulkan, yaitu Duyu, Talise, Sidera, dan Balaroa.

“Pemerintah secara bersama-sama sudah mencari alternatif lokasi hunian tetap. Tim Badan Geologi hari ini akan mengidentifikasi dari sisi keamanannya terhadap bencana geologi. Jadi belum ditetapkan,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/10).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Menurutnya, lokasi yang telah dikaji akan digunakan sebagai hunian tetap bagi para korban bencana, terutama korban likuifaksi di perumnas Balaroa dan Petobo. Mengingat, daerah terdampak gempa dan likuifaksi secara teknis sudah tidak mungkin bisa dibangun lagi karena di dalam tanahnya sudah berisi puing-puing bangunan.

“Secara kasat mata dan teknis (kegeologian) lokasi itu tidak bisa dibangun lagi,” sebut Rudy.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lahan bekas likuifkasi akan dijadikan memorial park oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

“Sementara ini hanya lokasi likuifaksi aja yang akan dijadikan memorial park untuk mengenang kejadian tersebut,” jelas Rudy.

Apabila lokasi gempa bumi dan likuifaksi akan dijadikan hunian lagi justru akan mengancam keselamatan lantaran struktur tanahnya sudah mengalami perubahan.

“Jika suatu saat nanti runtuh dan sebagainya sudah tidak murni tanah lagi, karena di dalam tanahnya sudah terdiri ada tembok, jendela ada orang juga di bawahnya,” jelasnya.

Badan Geologi memerlukan waktu paling lama satu bulan untuk mengkaji lokasi yang aman. Setelah pemerintah sudah menemukan lokasi yang aman, kemudian tim infrasturktur sipil dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendesain struktur bangunan yang cocok diterapkan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rudy menegaskan wilayah Palu dan sekitarnya masih bisa dihuni oleh masyarakat asalkan memenuhi standar bangunan layak gempa.

“Bukan berarti Palu tidak boleh dihuni lagi. Tentunya, bisa dihuni dengan persyaratan-persyaratan khusus yang harus dipenuhi,” pungkasnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB