Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Empat Unit Serine EWS Tidak Hidup, Ini Dilakukan BPBD Agam

Ilustrasi
Dibaca : 311

Agam, Prokabar — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, melakukan pengecekan pada alat peringatan dini Tsunami Early Warning System (EWS). Pengecekan dilakukan pada Senin (26/10) lalu, sebagai kegiatan rutin tiap bulannya.

Dari 8 unit serine EWS dan 1 unit serine BMKG, 5 unit diantaranya dinyatakan hidup. Sementara, 4 unit dinyatakan tidak aktif.

“5 unit Serine EWS yang hidup terletak di SMAN 1 Tanjung Mutiara, Puskesmas Pembantu Gasan Kaciak, Mesjid Suhada Subang-Subang, Mesjid Taqwa Labuhan dan Mesjid Muaro Putuih. Sementara, 3 unit Serine EWS dan 1 unit Serine BMKG yang tidak aktif yakni terletak di Mesjid Ujuang Labuang, Mesjid Al Hidayah Masang, Mesjid Pasia Paneh. Dan Serine BMKG Terletak di Kantor Camat Tanjung Mutiara,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi saat dihubungi Prokabar.com, Kamis (29/10).

Dalam hal ini BPBD Agam akan berupaya memperbaiki dan memaksimalkan perbaikan agar seluruh serine itu dapat berfungsi. Sehingga disaat terjadi darurat bencana, dapat melakukan minimalisir korban nantinya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi menjelaskan, 4 unit EWS yang sempat tidak hidup, 2 unit diantaranya telah diservice dan telah berfungsi kembali. Sementara dua unit lagi masih proses pengecekan dan perbaikan.

“Tidak berfungsinya alat ini, disebabkan tidak terkoneksinya jaringan telekomunikasi dengan perangkat yang ada,” terangnya.

EWS adalah alat untuk mendeteksi berbagai gejala alam yang kemungkinan dapat menyebabkan timbulnya tsunami, serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat, sehingga dapat meminimalisir resiko bencana.

“Terkait pengecekan alat peringatan dini Tsunami Early Warning System (EWS). Dan pengecekan dilakukan rutin dilakukan setiap tanggal 26 setiap bulannya, secara serentak di Indonesia,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top