Empat Pelaku Narkoba di Payakumbuh Jaringan Internasional, Ini Data Lengkapnya

Penulis -

Selasa, 18 Desember 2018 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar – Kepala Kepolisian Resor Payakumbuh Ajun komisaris Besar Endrastyawan Setyowibowo memastikan, keempat pelaku narkoba yang ditangkap Selasa (18/12) merupakan jaringan internasional.

“Mereka pemasok sabu sabu suplaian Malaysia, untuk Indonesia via Pekanbaru,” kata Endras, di Mapolsekta Payakumbuh.

Keempatnya , menjual sabu sabu untuk wilayah Sumatera Barat sejak dua hari terakhir. “Jadi, mereka sudah lama kita intai, kita kejar,” sebut Endrastyawan.

Adapun keempat tersangka, masing masing diketahui bernama
.Muhammad Zadirun (25) asal kampung Bukit Barisan, Kota Pekanbaru dan istrinya Nofia alias Nofi alias Vivi (23).

Keduanya disinyalir adalah kaki tangan jaringan narkoba lintas negara.

Kemudian, dua lainnya masing masing Andriandi alias Aan alias Ani (28) dan teman lelakinya Relly alias Ipir alias Irel (32) yang merupakan warga asli Bukittinggi dan punya jaringan narkoba ke Malaysia.

Khusus nama terakhir, dirawat setelah kena tembak di bahagian pahanya. Kapolres menyebut, keempatnya sudah sejak dua hari ini dikejar kejar.

“Jadi mereka ini berasal dari Riau dan Bukittinggi. Mereka mensuplai sabu sabu dan ekstasi untuk Sumbar,” jelas Endras.

Minggu (16/12) malam lalu, polisi sudah memburu pelaku yang melintas di jantung Kota Payakumbuh. “Mereka lari ke Luhak, mobilnya ditinggal di sana. Mereka kabur naik gojek me Bukittinggi,” terang Kapolres.

Sebelum melarikan diri , keempat tersangka sempat dikejar kejar ke dalam hutan. Bahkan, mobilnya tabrakan dengan mobil polisi.

“Lewat aplikasi gojek, kita telusuri keberadaan pelaku, akhirnya terdeteksi di Bukittinggi,” ulas Endrastyawan.

Pengejaran ini berlanjut sejak Senin hingga Selasa (18/12) siang. “Tadi siang, kami ke Bukittinggi. Menyisir pelaku, tapi tidak dapat. Ada alat bukti bong, pelaku sudah memilih hendak lari ke Riau,” imbuh Kapolres.

Lanjut cerita, aksi kejar kejaran antara polisi dan pelaku yang sebelumnya meminjam mobil di Bukittinggi, berlanjut hingga ke Payakumbuh.

“Mobil pelaku, kita tabrak di depan Mapolsek Payakumbuh di Kaniang Bukik, Payakumbuh Utara. Mereka ada empat orang, yang satu kabur masuj kolam. Kita tembak,” katanya.

Nah, sebelum ditembak petugas itu pula, pelaku sempat mencebur ke dalam kolam. “Pelaku ini kita duga memiliki senjata api rakitan. Dia sudah lama kita intai. Mereka pemain licin , susah nangkapnya,” jelas Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba dan Kapolsek Kota Payakumbuh. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB