Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Empat Orang Anak ” Punk” Di Jaring Satpol PP Padang

Dibaca : 588

Padang, Prokabar — Satpol PP Padang menjaring empat orang anak “Punk”di perempatan lampu merah Simpang Balai Baru, kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat, Kamis (21/1).

Mereka terjaring Petugas yang tengah melakukan patroli rutin terkait pengawasan terhadap ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kota Padang.

Empat anak remaja ini ditertibkan karena kedapatan oleh petugas mereka tengah melakukan aktifitas di perempatan lampu merah sekira pukul 10.00 WIB di kawasan Balai Baru, Jalan Raya By Pass tersebut langsung diangkut ke Mako Satpol PP Jalan Tan Malaka Padang.

Diketahui keberadaan anak “punk” di kawasan  perempatan lampu merah selain menganggu ketertiban umum juga sangat membahayakan keselamatan mereka oleh karena itu Satpol PP Padang Intens melakukan pengawasan.

“Mereka beraktifitas di lampu merah sangat meresahkan penguna jalan serta membahayakan pada keselamatan mereka maka, oleh karena itu tentu mereka harus kita tertibkan dan kita lakukan pembinaan”, ucap Alfiadi Kasat Pol PP Padang.

Lebih lanjut Kasat Pol PP menjelaskan dalam rangka antisipasi hal tersebut tentu personil kita setiap hari selalu diaktifkan melakukan pengawasan di lokasi lokasi yang sering mereka beraktifitas.

Sementara itu kepada mereka yang terjaring ini akan dilakukan pendataan dan selanjutnya kita serahkan ke Dinsos upaya pembinaan lebih lanjut.

“Di Mako ini mereka di proses sesuai aturan dan selanjutnya kita serahkan ke Dinas sosial”, ucap Alfiadi.

Alfiadi berharap, dengan Patroli rutin serta lakukan penjangkauan ke lokasi lokasi yang kerap dijadikan tempat beraktivitas diharapkan pelaksanaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dapat kita upayakan namun tentu hal tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat juga.

“Kami memohon kepada masyarakat hentikanlah  memberi uang atau barang kepada anjal, pengemis, “Pak Ogah” Maupun Anak Punk yang beraktifitas meminta minta di perempatan lampu merah, jika ingin menjadikan kota kita tertib, sepanjang masyarakat masih memberi berarti kita menyuruh mereka hidup di jalanan yang menyebabkan kota menjadi tidak tertib,” tutur Alfiadi. (rel)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top