Anggota ACT Dampingi Keluarga Zulfirman di Selandia Baru

Penulis -

Rabu, 20 Maret 2019 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Empat anggota dari organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mendampingi keluarga Zulfiman Syah ketika berada di Selandia Baru.

Zulfirman Syah adalah warga Sumatera Barat yang menjadi salah satu korban aksi penembakan di Masjid Linwood, Kota Christchurch, Selandia Baru saat menunaikan ibadah Jumat(15/3) bersama Muslim lainnya.

“Ada empat orang dari ACT pusat yang akan mendampingi keluarga Zulfirman di Selandia Baru nanti,” kata Marketing Komunikasi ACT Sumbar Dana Kurnia di Padang, Rabu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

ACT sebelumnya memberikan bantuan bagi keluarga Zulfirman untuk berangkat ke Selandia Baru menjenguk Zulfirman dan anak laki-lakinya yang juga menjadi korban dalam peristiwa itu.

“Hingga pagi ini, kami masih menunggu selesainya visa bagi keluarga yang akan berangkat. Secepatnya Kamis(21/3) diharapkan keluarga sudah bisa berangkat,” kata Dana.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ia menyebutkan bantuan yang disediakan ACT berupa pengurusan dokumen seperti paspor, visa, pendampingan dan biaya tiket keberangkatan.

“Bantuan lainnya dan berapa lama akan di Selandia Baru nanti bergantung bagaimana kebutuhan keluarga sesuai komunikasi dengan tim pendamping dari ACT saat di sana nanti,” ujarnya.

Kehadiran keluarga dan pendampingan dari ACT diharapkan akan membantu mempercepat pemulihan Zulfirman dan anak laki-lakinya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sebelumnya aksi penembakan terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat(15/3) yaitu di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

Kementerian Luar Negeri mencatat delapan WNI menjadi korban dalam aksi teror tersebut.

Dari jumlah itu, lima WNI dilaporkan selamat, dua WNI yang beribadah di Masjid Linwood terluka, dan seorang WNI yang beribadah di Masjid Al Noor meninggal dunia. (*/eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB