Tanah Datar, Prokabar. Pemerintah kabupaten Tanah Datar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) mempercepat normalisasi batang Sumpur. Hal ini dilakukan, agar akses darat menuju daerah yang sebelumnya sempat terisolasi bisa kembali normal.
Selain itu, percepatan normalisasi juga bertujuan agar pendistribusian alat berat ke daerah terdampak bencana banjir bandang, nagari Padang Laweh Malalo dan Guguak Malalo dapat segera dilakukan.
” Ini batang sumpur, yang kemaren banjir bandang memutus akses ke tiga nagari dengan penduduk lebih kurang 6000 jiwa. Selama ini terisolasi,” kata Eka Putra, bupati Tanah Datar saat ditemui waktu meninjau pengerjaan batang Sumpur, Kamis (4/12/25).
Selama ini kata Eka, pihaknya bersama relawan mendistribusikan bantuan logistig untuk korban banjir bandang di tiga nagari melalui jalur danau Singkarak. Dan saat ini, akses darat sudah bisa melalui namun hanya untuk kendaraan kecil.
” Alhamdulillah kami sudah dapat bantuan empat alat berat dan hari ini akan ditambah satu lagi. Sekarang kami mengerjakan pemindahan aliran air sungai, dimana nantinya kita bisa menimbun dan membuat jalan agar bisa dilewati kendaraan sementara,” lanjutnya.
Eka menegaskan, jalur yang terputus di nagari Sumpur merupakan akses satu satunya menuju tiga nagari di kecamatan Batipuh Selatan yang terdampak banjir bandang 27 November kemarin.
” Ini (jalan) urat nadi perekoonomian masyarakat, dan ini yang menghubungkan kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Solok,” ucap Bupati.
” Kalau saat ini ada alat berat milik pemda dua unit di dalam, selain membuka akses jalan juga membersihkan puing puing, dan ada juga relawan TNI Polri yang membantu kita ( daerah terdampak bencana).,” tutup Eka. (eym)
















