Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Emmanuel Macron dan Soliditas Umat Islam

Dibaca : 68

Oleh : Muhammad Irsyad Suardi

Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Andalas

Sudah beberapa hari ini, dunia terlebih umat islam diberbagai belahan melakukan protes keras terhadap pemerintahan Prancis Emmanuel Macron (21/10), yang mendukung majalah Charlie Hebdo melakukan penghinaan terhadap teladan nan agung umat islam Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Kejadian ini bukan kali pertama Charlie Hebdo menghina Nabi Muhammad. Tercatat, kejadian sebelumnya pernah terjadi di 2006, saat Hebdo menerbitkan kartun yang berisi mengolok nabi dan umat islam dengan Bahasa satire sehingga memicu kecaman. Lalu, di tahun 2014 juga dibuat lagi majalah mengandung hinaan saat umat islam sedang merayakan idul adha.

Kemudian, di 2016 terjadi aksi terror yang menyebabkan terbunuh belasan warga sipil di prancis karena mendemo aksi majalah tersebut.

Baru-baru ini, 2020 diulangi lagi bahkan didukung langsung oleh pemerintah Prancis Emmanuel Macron dalam siaran pers yang langsung disampaikan ke publik pada 21 Oktober lalu, sehingga menimbulkan pemboikotan produk-produk prancis di seluruh negara muslim. Tercatat, tanggal 25 Oktober negara-negara muslim mengumumkan ke dunia akan memboikot produk prancis.

Al Jazeera (28/10/2020) dalam rilisnya mencatat, negara-negara arab yang memboikot dan menggemakan di media sosial untuk menyerukan boikot prancis seperti Aljazair, Mesir, Irak, Palestina, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Qatar (Kompas, 28/10/2020).

Berlanjut, di Kuwait, Ketua Dewan Al-Naeem Cooperative Society dan Asosiasi dagang, Dahiyat Al-Thuhr mengambil langkah yang serupa. Dia menyampaikan kebebasan berekspresi tidak bisa disamakan dengan penghinaan pada agama yang menyakiti umat Islam (Kompas, 28/10/2020). Charlie Hebdo seolah tak belajar dari masa lalu, dampak dan gelombang yang ditimbulkan telah menyibukkan dunia Islam dengan menyerukan berbagai kecaman.

Terlebih, di Indonesia sendiri, Presiden Jokowi juga mengecam Presiden Prancis dalam jumpa pers (31/10) Bersama dengan berbagai agama yang ada di Indonesia. Sejarah telah menunjukkan bahwa pelecahan terhadap agama apapun tidak akan mendapat tempat dimanapun bahkan hal tersebut merupakan kejahatan luar biasa.

Kalau dicermati, umat islam dimanapun berada walaupun mayoritas di suatu negara tidak pernah melakukan tindak kekerasan terhadap agama manapun sehingga dimanapun umat islam berada tentram keberadaannya dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Beda hal dengan umat islam yang berada di negara minoritas. Seperti di Rakhine, India, Bangladesh dan negara-negara lain yang pernah melakukan makar bahkan pengusiran terhadap Islam yang minoritas.

Terkait tulisan pembelaan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard yang terbit di Republika pada 31 Oktober 2020, seolah menjelaskan bahwa Islam merupakan ajaran yang mengajarkan kekerasan dan melakukan kerusakan disana-sini, tentu pernyataan itu tidak bisa diterima. Bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan kelembutan dalam berdakwah dan tidak pernah memaksakan orang Nashrani maupun Yahudi untuk masuk Islam. Nabi mengajarkan untuk lemah-lembut dalam berdakwah dan tidak pernah mengajarkan kekerasan bahkan melakukan kerusakan sana-sini. Maka, dibaca dulu sejarah hidup Nabi Muhammad dari beliau dilahirkan hingga beliau Allah wafatkan.

Bahkan, dalam sebuah Riwayat dijelaskan bagaimana dulu bencinya seorang Yahudi buta terhadap Nabi sehingga di Pasar tersebut Yahudi buta selalu menyerukan kalimat kebencian kepada warga pasar agar membenci Nabi Muhammad.

Padahal, yang mensuapi setiap hari Yahudi buta ini adalah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad setiap hari terus mendengar kalimat-kalimat dari lidahnya bahkan setiap menyuapi Yahudi ini terus Nabi selalu mendengarnya. Dan di suatu hari, tidak dirasakan lagi orang yang menyuapi Yahudi buta sehingga Yahudi ini bertanya-tanya kepada orang yang lalu Lalang di pasar, dimana orang yang menyuapiku setiap harinya? Dimana dia? Maka beberapa setelah itu datanglah sahabat nabi Abu Bakar, untuk menyuapi Yahudi buta ini. lalu, Yahudi ini merasakan ada yang aneh dengan suapan yang biasanya, spontan Yahudi but aini mengatakan, kenapa kau tidak seperti biasanya? Yang biasanya Nabi melunakkan dulu nasi dan beberapa item yang dimakan lalu baru disuapkan kepada Yahudi buta tersebut.

Kemudian, menangislah Abu Bakar sehingga Abu Bakar menyampaikan kejadian sebenarnya kepada Yahudi buta ini bahwa yang menyuapimu setiap hari adalah orang yang cela dan hina selama ini. sehingga, menangis terisak-isaklah Yahudi buta ini mendengar wafatnya orang yang selalu menyuapinya setiap pergi ke pasar tersebut. Maka, segera setelah itu, Yahudi buta ini mengucapkan dua kalimat syahadat sehingga berlinanglah air mata semua sahabat nabi yang melihat kejadian tersebut.

Betapa agungnya kepribadian beliau Shallallahu Alaihi Wassalam,kemudian ada orang yang mengatakan di zaman sekarang bahwa beliau keras, menebar teror dan sebagainya. Sungguh, penghinaan yang tidak bisa diterima.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top