Eksploitasi Geothermal di Solsel Diminta Gunakan Tenaga Lokal

Penulis -

Jumat, 7 Desember 2018 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Investor yang melakukan eksplorasi geothermal di Solok Selatan diminta untuk menggunakan tenaga kerja lokal sehingga angka pengangguran di daerah tersebut berkurang.

“Kita sudah minta dan investor menyanggupi menggunakan tenaga kerja lokal,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi, Jumat (7/12).

Tenaga kerja yang digunakan itu bukan tanaga ahli, tapi tenaga kerja non skil yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya manusia di daerah eksplorasi.

Hal itu diyakini akan memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar eksplorasi geothermal. Itu terbukti saat proses pengeboran awal di PT Supreme Energy di Solok Selatan.

Puluhan hingga ratusan masyarakat sekitar diikutsertakan dalam proses pengeboran tersebut. Maswar menambahkan, selain keuntungan di bidang tenaga kerja, daerah sekitar juga akan mendapat dampak positif di berbagai bidang seperti infrastruktur, sosial, kesehatan hingga pendidikan. Keuntungan itu bisa didapat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Disebutkannya, saat ini sudah banyak negara di dunia yang maju karena pemanfaaatan geothermal. Sumbar bisa menuju hal yang sama, karena memiliki 17 titik panas bumi yang dapat dikembangkan. Hingga sekarang baru tiga yang terekspos yaitu Solok Selatan yang akan beroperasi pada 2019, kemudian di Kabupaten Solok dan Pasaman.

Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar yang berakibat kepada pro dan kontra kalau ada investor yang mau datang.

“Pemerintah mendukung masuknya investasi ke daerah karena dampak positifnya akan langsung dirasakan masyarakat. Apalagi geothermal adalah energi baru dan terbarukan yang tidak berbahaya,” katanya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta semua pihak dapat membuka diri untuk masuknya investasi ke daerah, yang diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

“Investasi itu bukan hanya untuk pemerintah tetapi juga akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, wilayah Sumatera Barat sendiri diprediksi akan mengalami kekurangan pasokan listrik diperkirakan pada tahun 2019 hingga 2026. Sumber pemasok kebutuhan listrik di wilayah ini berasal dari tenaga disel sekitar 7 persen, tenaga hydro sebesar 43 persen, batubara sebesar 47 persen dan tenaga surya 3 persen.

Kebutuhan akan listrik menjadi penting untuk wilayah Sumatera Barat. Sehingga, pembangunan dan pengembangan panas bumi Gunung Talang-Bukit Kili ini akan menjadi salah satu solusi ketahanan rasio elektrifikasi di wilayah Sumatera Barat.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB