Daerah

Eksistensi Sempat Menurun, Bunga Kertas Kembali ke Puncak Kejayaan di Pasaman

Pasaman, Prokabar — Bunga kertas kembali jaya di pasaran bunga hias. Di Pasaman, sampai-sampai bunga yang berwarna warni bila sudah mekar ini, susah didapatkan penghobi pemula untuk dibeli dan dikoleksi dari pembiak atau pengusaha bunga hias.

“Iya, asal sudah berbunga, pasti langsung diborong pengepul. Makanya, stock bunga kertas yang sudah keluar bunga, susah untuk tersedia, apalagi untuk penghobi pemula. Sebab, didahului penghobi senior atau pengepul,” kata salah seorang pengusaha pembiakan tanam hias, Nurmaliza, (29), warga Lubuak Gajah, Jorong Kampuang Tampang, Nagari, Ganggo Mudiak.

Perihal nilai jual, ternyata naik drastis. Tersenyum sumbringah para pembiak tanaman hias di nagari ini. “Kalau di pasaran, kami menjual Rp25 ribu per pot. Itu tinggi bunga baru sejengkal orang dewasa dan sudah berbunga. Bahkan, untuk jenis tertentu, haga jual relatif tinggi mencapai ratusan ribu,” lanjut Nurmaliza.

Lebih lanjut, pasaran bunga kertas ini, tidak saja bagus di Pasaman. Pengepul dari daerah tetangga, juga menjadi pelanggan pembiak bunga hias di Nagari Ganggo Mudiak. “Pengepul dari Bukittinggi, Payakumbuh, atau Pasaman Barat cukup banyak datang ke sini. Kalau harga ke pengepul, itu rahasia dapur usaha. Segan pula saya memberitahukannya,” imbih ibu satu anak ini.

Di sisi lain, tidak saja bunga kertas, beberapa bunga yang eksis di tahun 2000 an, kembali eksis di Pasaman. Seperti bunga keladi, lidah mertua, lumut Malaysia, sidingin hingga beberapa jenis bunga lainnya. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top