Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Eksistensi Bahasa Minangkabau Di Media Sosial

Dibaca : 297

Oleh : Intan Purnama Sari

Mahasiswi Sastra Minangkabau FIB Unand

Siapa sih yang tidak mengenal acara Bocah Ngapak di televisi? Bocah Ngapak adalah suatu acara yang dilatarbelakangi dari sebuah konten di channel YouTube Rendra Polapike. Konten ini berisi tentang film pendek lawak berbahasa Jawa Ngapak yang diperankan oleh tiga anak kecil yang berasal dari kampung halaman kreator tersebut, yaitu di Sadangwetan, Sadang, Kebumen, Jawa Tengah.

Akibat konten tersebut, membuat eksistensi bahasa daerah di sosial media maupun televisi makin meningkat. Lalu, bagaimana dengan esksistensi bahasa daerah Minangkabau di media sosial?

Keeksistensian Bahasa Minangkabau di media sosial juga tidak mau kalah dengan Bahasa Jawa Ngapak. Bahasa Minangkabau adalah salah satu dari rumpun Bahasa Melayu yang dituturkan oleh Orang Minangkabau sebagai bahasa ibu khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Bahasa Minangkabau itu sendiri juga memiliki ragam bahasa di setiap daerahnya. Tidak semua bahasa di daerah Minagkabau itu sama, biasanya perbedaan ini disebut dialek.

Mungkin orang Minangkabau pada saat ini banyak yang sudah menguasai bahasa asing, tetapi perlu diingat juga bahwa Bahasa Minangkabau mesti juga tetap dikuasai. Karena bagaimanapun orang Minangkabau adalah pelaku utama yang akan meneruskan Bahasa Minangkabau.

Di zaman milenial sekarang ini tidak ada yang tidak mengetahui ataupun menggunakan media sosial. Mungkin ada, tetapi hanya segelintir orang yang tidak menggunakannya karena berbagai faktor. Tidak semua daerah dapat terjangkau oleh jaringan internet, maka itulah alasan yang dapat menyebabkan adanya yang tidak menggunakan media sosial.

Media sosial adalah sebuah media online dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.

Sangat amat banyak platform media sosial yang bisa dijangkau, seperti Instagram, YouTube, Facebook, dan masih banyak yang lainnya.

Dari media sosial orang Minangkabau dapat meningkatkan eksistensi Bahasa Minangkabaunya. Seperti Instagram atau biasa disebut IG ataupun Insta, media sosial yang satu ini adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video. Banyak akun-akun instagram yang unggahannya selalu meliputi hal-hal keminangkabauan atau bisa juga menjadi sebagai media hiburan.

Akun Instagram dengan nama pengguna @angelcry792. Angel Cry nama yang sesuai dengan nama yang tertera di bio akunnya tersebut adalah seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Payakumbuah. Akun yang memiliki pengikut kurang lebih 34,4 ribu ini sangat digandrungi para pengguna Instagram yang tidak hanya di daerah Minangkabau bahkan ada juga di luar daerah.

Hal yang di unggah akun ini adalah berbagai celotehan seorang ibu-ibu atau parodi dalam bahasa minang. Seperti unggahannya pada tanggal 6 Februari 2020, Angel membuat sebuah video sindiran tentang orang yang sombong ketika sukses sudah ada di tangan. Video tersebut sudah ditonton sebanyak 15.322 pengguna Instagram. Sudah banyak video-video yang di unggah oleh akun tersebut yang viral. Tidak hanya viral di media sosial tetapi juga viral di dunia pertelevisian. Video akun tersebut pernah ditayangkan dalam acara yang ada di stasiun televisi seperti Trans 7 dan Trans TV. Akibat video yang viral tersebut banyak pengguna Instagram yang bukan orang Minangkabau mengerti Bahasa Minang walaupun tidak dapat melisankannya. Setidaknya itu sudah menjadi kemajuan untuk mencegah kepunahan bahasa ibu.

Selain Instagram ada juga Youtube yang dapat meningkatkan ekstistensi Bahasa Minangkabau. YouTube adalah sebuah situs web berbagi video dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Di YouTube juga sudah banyak channel yang berisikan tentang keminangkabauan. Sama hal nya dengan Instagram hanya yang membuatnya berbeda adalah durasi video.

Di Instagram bisa juga mengupload video tetapi tidak sepanjang durasi di YouTube. Banyak Youtuber yang memfokuskan kontennya untuk menggali Bahasa Minangkabau ataupun Budaya Minangkabau. Ada salah satu konten kreator dia berasal dari Minang dan menikah dengan pria yang berketurunan Perancis.

Nama dari channel YouTube itu adalah Keluarga Bule Minang. Di dalam konten channel tersebut memperlihatkan sang istri yang berasal dari Minang tepatnya di Bukittingi mengajarkan suaminya bahasa ibu nya, yaitu Bahasa Minangkabau. Bule Perancis itu dikenal dengan sebutan dabul, mungkin yang artinya uda bule. Seperti sebutan laki-laki di Minang. Channel YouTube ini memiliki 15,2 ribu subcriber.

Setiap video nya memiliki sebanyak lebih dari 2 ribu penonton. Dari channel Keluarga Bule Minang itu yang dapat diambil pesan moralnya adalah bule saja ingin belajar Bahasa Minangkabau dan ingin ikut melestarikan bahasa Minangkabau, jadi tidak menutup kemungkinan yang ada di Minangkabau untuk terus berbahasa Minang agar Bahasa Minang tetap eksis tidak punah dimakan masa.

Selain channel YouTube bule itu, ada juga konten kreator yang memang di dalam konten nya mengajarkan para penikmat videonya untuk berbahasa Minang. Tidak hanya mengajarkan Bahasa Minang tetapi juga memperlihatkan bagaimana keindahan alam di Minangkabau. Konten kreator ini adalah seorang perempuan yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Tetapi kini ia merantau kerja ke Jakarta. Nama channel YouTube yang ia gunakan menggunakan nama aslinya sendiri, yaitu Nadia Nesa Putri. Channel yang memiliki 37,8 ribu subcribers ini sangat disukai oleh khalayak ramai, terutama laki-laki karena sang konten kreator memiliki paras yang amat indah dan menawan.

Di setiap videonya kurang lebih memiliki ribuan penonton dan bahkan ada juga yang sampai tembus ratusan ribu penonton. Video yang mecapai ratusan ribu penonton itu berisikan tentang bagaimana cara belajar Bahasa Minang.

Dari video konten kreator tersebut memberitahukan kepada kita bahwa banyak masyarakat diluar sana yang ingin dan sangat antusias untuk bisa berbahasa Minangkabau.

Selain dari dua channel YouTube tersebut ada juga channel YouTube yang kontennya berisi tentang masak-masak menggunakan Bahasa Minang. Nama channel tersebut adalah Dapur Uni Et. Channel ini sudah memiliki 38,9 ribu subcribers dan puluhan ribu penonton. Channel ini benar-benar murni berbahasa Minang didalam videonya, tetapi jangan khawatir bagi penonton yang bukan berasal dari Minang didalam videonya sudah dibuatkan subtitle Bahasa Indonesia. Jadi tidak akan sulit lagi bagi ibu-ibu yang ingin mencoba resep masakannya.

Jadi media sosial sangat memiliki peran positif untuk meningkatkan eksistensi Bahasa Minangkabau di media sosial. Selain dapat melestarikan Bahasa Minangkabau, media sosial juga dapat menguntungkan bagi para konten kreatornya. Misalnya di Instagram dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui endorse dan di YouTube juga akan mendapatkan feedback dari video yang telah dibuat yaitu berupa adsense.

Adsanse dari YouTube juga tidak sedikit, jadi bisa sangat menguntungkan bagi para konten kreator selain bisa mengajarkan Bahasa Minang, ia juga dapat meraup keuntungan bisa dibilang cukup besar.(*)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top