Eka Putra : Menuduh Harus ada Bukti. Jangan Fitnah

Penulis -

Kamis, 14 November 2024 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Eka Putra calon bupati kabupaten Tanah Datar dari nomor urut 02 menyayangkan banyaknya fitnah yang beredar dibandingkan gagasan atau ide yang membangun dan bisa diterima oleh masyarakat.

Hal itu diungkapkan Eka Putra, saat menyikapi fitnah yang dilontarkan kepada istinya Lise Eka Putra yang diisukan ikut campur dalam masalah pemerintahan dan dikaitkan dengan kegiatan Polda Sumbar yang meminta klarifikasi ke pihak RSUD Ali Hanafiah.

“Seluruh yang dilakukan di daerah ini, ada mekanisme, ada payung hukum. Sebelum dikerjakan, ada perencanaan, pengawasan dan pendampingan APH, tidak asal asalan seperti yang dituduhkan,” kata Eka Putra, Kamis (14/11/24) di Batusangkar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Isu negatif yang ditujukan kepada istrinya, menurut Eka Putra adalah ujian menghadapi untuk lebih sabar lagi dan tahap pembelajaran mencuci hati.

Ia menjelaskan, jika peran istri selama ini di ibaratkan sebagai pakaian, apalagi selama ia menjabat bupati, istri dalam keluarga tidak bisa digantikan dengan kontribusi apapun.

“Istri bagi saya adalah makhluk yang mulia, tidak hanya sebagai managemen usaha, tapi juga managemen keluarga kami. Baik dalam hal mengatur rumah tangga, kebutuhan selama saya bertugas, dan dia juga mengatur organisasi PKK, tentu ada kaitannya dengan pemerintahan yang saya pimpin,” jelas Eka.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lanjut Eka, dalam menghadapi pilkada tahun 2024 ini lebih baik mengedepankan ide dan gagasan yang bisa diterima oleh masyarakat, serta menjaga komitmen bersama saat di KPU. Dari pada membentuk opini yang menjurus ke fitnah.

Dalam menyampaikan narasi, kata Eka, lebih baik diikuti oleh fakta dan bukti yang ada, bukan melontarkan isu-isu yang cenderung menyerang pribadi dan fitnah, dan setiap apa yang dilontarkan tentang sisi negatif tidak satupun yang bisa membuktikan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami sudah mendengar pernyataan-pernyataan pihak lain, vidio-vidio paslon saat bersosialisasi yang menyerang kami pribadi. Malah, orang yang pernah meminta bantuan juga ikut melontarkan. Semoga hal-hal yang dianggap merugikan bagi kami, adalah ujian untuk membawa Tanah Datar lebih baik,” imbuh Eka Putra. (*/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB