Pasaman, Prokabar — Para pedagang di Pasaman minim jual beli. Benar-benar hancur pedagang sejak pandemi corona. Mereka jatuh tepai.
“Jangankan jual beli yang cukup, kurang yang ada sejak pandemi ini,” kata Aldi, salah seorang pedagang di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Minggu (19/4).
Aldi berkisah, sebagai seorang pedagang bumbu dapur dan sayur, sehari bila hari pasar, ia bisa jual beli sampai Rp800 ribu.
Sekarang, jual beli hanya mampu mencapai Rp400 ribu sehari.
Ini diakibatkan minimnya pengunjung ke pasar. “Orang lebih memilih belanja ke warung-warung dari pada ke pasar. Mereka takut,” kata Aldi.
Tidak itu saja, sejak pendemi corona, pasokan barang dagangannya juga menipis. Ulah pemasok yang juga tak berani banyak-banyak memasok barang.
“Ambil banyak takut busuk, ambil sedikit, kurang. Kemari salah saat ini. Sudah tiga pekan begini,” terang Aldi.
Tidak saja jual beli keperluan dapur. Pantauan Prokabar.com, jual beli menurun terjadi di semua lini. Mulai dari pedagang ayam, daging, pecah belah hingga pedagang keperluan barang sekali pakai. (Ola)
















