Padang, Prokabar – JASMERAH, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau juga ada yang mengatakan Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah itu adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.
Semboyan ini jugalah yang diusung oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN ) Universitas Andalas tahun 2021 yang ditempatkan di Nagari Tanjung Gadang, untuk memberikan edukasi bagi para generasi muda di lokasi KKN mereka, maka atas bimbingan dari Bapak Heru Dibyo Laksono ST, MT. melakukan kegiatan menonton film bertema sejarah bersama adik-adik forum belajar SMPN 5 Sijunjung.
Menurut Cici Kurnia Putri dan Jola Adilla Haya sebagai penanggung jawab, kegiatan menonton film bertema sejarah ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada adik-adik forum belajar mengenai sikap yang patut diteladani dari tokoh pahlawan yang terdapat di dalam film bertema sejaraj tersebut.
Lebih lanjut Heru Dibyo mengungkapkan bahwa edukasi mengenai peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia sangatlah penting bagi generasi muda agar mereka dapat mengetahui bagaimana para pahlawan berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan demi memerdekakan bangsa Indonesia dan mengusir para penjajah.
Hal ini mereka lakukan karena melihat kebanyakan generasi muda saat ini terkesan acuh tak acuh terhadap hal tersebut dan bahkan terkesan tidak peduli atas jasa-jasa para pahlawan Indonesia dahulu.
Hal ini terlihat dari banyaknya murid-murid SD maupun SMP dan bahkan SMA yang malas ketika diajarkan pelajaran sejarah di kelas karena mereka menganggap bahwa belajar sejarah sangatlah membosankan dan membuat mata mengantuk, serta yang paling parahnya lagi ada juga yang beranggapan bahwa belajar sejarah tidaklah penting sebab hanya membahas masa lalu dan membuat kepala menjadi sakit.
Apalagi harus menghafal nama-nama raja beserta tahun-tahun penting peristiwa sejarah. Karena melihat situasi para pelajar yang lebih tertarik melihat film-film adapatasi atau fantasi daripada membaca dan menghafal.
Melihat kenyataan yang demikian, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas untuk membuat program kerja berupa edukasi sejarah melalui film sejarah.
Edukasi sejarah melalui film sejarah ini diharapkan dapat membuat pelajar menjadi lebih tertarik untuk mempelajari sejarah dan membuang jauh-jauh pemikiran bahwa belajar sejarah itu adalah hal yang membosankan.
Jika kita perhatikan dengan seksama, salah satu fungsi sejarah adalah dijadikan sebagai fungsi edukasi. Fungsi edukasi ini merupakan fungsi yang bersifat edukatif atau mendidik.
Kemudian, sejarah ini memiliki hubungan kuat dengan proses pengajaran, seperti yang diungkapkan oleh Sartono Kartodirdjo (1992), sejarah mempunyai kegunaan genetis dan didaktis.
Dimana kegunaan atau fungsi genetis adalah memuat nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam setiap peristiwa masa lampau yang perlu diwariskan secara turun temurun agar dapat membentuk watak manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Lalu kegunaan atau fungsi didaktis atau pendidikan adalah nilai-nilai luhur yang terdapat pada perisitiwa masa lampau yang perlu diwariskan pada generasi muda agar dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.
Dengan adanya pengetahuan sejarah yang dimiliki pada diri manusia khususnya anak-anak zaman sekarang ini membuat generasi berikutnya dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang dicapai atau dilakukan oleh nenek moyang terdahulu.
Umumnya, realitasnya pengetahuan sejarah yang diperoleh oleh anak-anak hanyalah sebatas ketika duduk semasa bangku sekolah baik SD, SMP, dan SMA.
Pengetahuan sejarahnya pun didapatkan dari beberapa buku teks-teks pelajaran di sekolah yang sebagian dianggap sangat membosankan. Maka dari itu, dilakukanlah kegiatan ini agar anak-anak lebih paham akan perjuangan pahlawan kita terdahulu.
Arapan besar yang tertumpang dari kegiatan ini, seperti yang ditimpali Heru, semoga kegiatan yang diadakan pada bulan Agustus lalu yang bertempat di posko KKN Universitas Andalas kenagarian Tanjung Gadang Tahun 2021 Tanjung Gadang ini, bisa memberikan edukasi sejarah melalui film sejarah ini menjadikan adik-adik yang tergabung dalam forum belajar SMP Negeri 5 Sijunjung sebagai sasarannya.
Adapun film sejarah yang diputar adalah film yang berjudul Kartini. Pemilihan film Kartini sebagai film yang dijadikan edukasi sejarah adalah karena peserta yang datang pada hari dijalankannya program edukasi sejarah melalui film sejarah ini adalah perempuan semua sehingga film Kartini dinilai cocok dijadikan sebagai film edukasi sejarah karena film Kartini menceritakan tentang wanita.
Melalui film Kartini ini banyak sekali pelajaran yang dapat diteladani dari tokoh Kartini seperti memiliki keberanian dan semangat yang tinggi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
Dalam film Kartini ini terdapat pesan bahwa derajat perempuan haruslah sama dengan laki-laki dan jangan sekali-kali menganggap bahwa perempuan adalah mahkluk yang lemah karena perempuan juga bisa melakukan kegiatan seperti halnya yang dilakukan oleh laki-laki. Jadi, masyarakat harus bisa membedakan mana yang kodrat dan mana yang gender.
Maka dari itu, melalui edukasi film sejarah yang berjudul Kartini ini adik-adik forum belajar SMP Negeri 5 Sijunjung, diharapkan mampu memahami bahwa pendidikan bagi perempuan sangatlah penting dan bersekolah setinggi-tingginya juga merupakan hak perempuan.
Lalu, adik-adik forum belajar SMP Negeri 5 Sijunjung harus bisa menghilangkan pemikiran masyarakat yang sering berkata anak perempuan ujung-ujungnya hanya kerja di dapur, jadi untuk apa sekolah tinggi-tinggi karena di dalam film Kartini tersebut telah digambarkan bagaimana perjuangan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
Kodrat wanita bukan hanya sekedar kerja di dapur seperti yang diungkapkan pada umumnya. Kodrat dan gender itu sangatlah berbeda. Sekarang ini, masih banyaknya yang menganggap pekerjaan umum rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah adalah kodrat wanita. Sejatinya, kita harus lebih bisa memahami posisi perempuan dan cara pandang terhadap perempuan.
Emansipasi sering diidentikkan dengan emansipasi wanita. Yang mana emansipasi wanita adalah proses perlepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang harus membatasi kemungkinan adanya untuk berkembang dan juga untuk maju.
Dalam film Kartini ini sangat banyak yang dapat kita teladani dan ambil positifnya. Tidaklah mudah untuk menaikkan derajat seorang wanita dalam dunia yang penuh hukum ini.
Selain itu, dapat juga diambil beberapa makna dalam perjuangan R.A Kartini, yaitu mendapatkan kesetaraan dalam hal pendidikan, mendorong adanya kepercayaan diri terhadap perempuan dalam dunia karir, membuka lebar dan luas kesempatan perempuan untuk berkarya, dan membangkitkan kualitas hidup perempuan. (**)
















