Budaya

Dunia Seni Pariaman Berduka, Efyuhardi Berpulang Ke Sang Pencipta

Padang Pariaman, Prokabar – Seniman Pelestari Tradisi Padang Pariaman lulusan ISI Padang Panjang berkampung di Lubuk Pandan, Kecamatan 2x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, meninggal dunia. Tokoh itu bernama Efyuhardi, salah satu seniman penggerak kesenian tradisional di Sumbar.

Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengeluhkan kesehatan jantungnya. Pemakaman beliau dilaksanakan kemarin dalam suasana yang khusu’. Sejumlah tokoh hadir ke rumah duka, termasuk Wakil Bupati Suhatri Bur, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman Mutia Azis, Rektor ISI Padang Panjang Profesor Novesar Jamarun beserta jajaran dan para seniman dalam dan luar Padang Pariaman.

Rektor ISI Padang Panjang, Profesor Novesar Jamarun melalui Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Firdaus saat pelepasan jenazah menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas kepergian almarhum. “Beliau adalah seniman yang punya dedikasi besar bagi pengembangan dan pelestarian kesenian di Piaman. Beliau juga meninggalkan kenangan termanis, ketika terakhir kali sebelum meninggal, almarhum menguji mahasiswa dan alhamdulillah mahasiswa tersebut lulus,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Suhatri Bur juga sangat merasa kehilangan atas kepergian Efyuhardi. “Almarhum dikenal dekat pekerja seni kita, terutama seniman tradisi. Masyarakat Lubuk Pandan, semuanya merasa sangat kehilangan karena almarhum banyak berjasa. Apapun acara seni, selalu mengandalkan almarhum,” ungkap Suhatri Bur.

Efyuhardi, terakhir dikenang sebagai sosok yang berperan besar dianugerahkannya penghargaan budaya seni tradisi Ulu Ambek oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia merangkul para tokoh silek dan Ulu Ambek di Lubuak Pandan.

“Saat yang bersangkutan pergi, sebenarnya sedang ada acara alek nagari di Lubuak Pandan. Almarhumlah yang mengkonsep semua sejak awal. Atas kesepakatan para niniak mamak, acara tersebut akhirnya kita hentikan sebagai ungkapan duka kita bersama,” ungkap Walinagari Lubuak Pandan Budiman.

Ia juga mengatakan, peran Efyuhardi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan kesenian serta sosial kemasyarakatan di Lubuak Pandan sangatlah fital. “Semua kegiatan yang kita gelar selama ini, tidak lepas dari peran beliau. Khusus untuk kesenian, beliaulah konseptornya. Beliau juga melatih anak-anak muda untuk memainkan Simarantang, sebuah kesenian yang patut kita lestarikan,” katanya.

Efyuhardi lahir tahun 1974, dikenal sebagai dosen Jurusan Teater ISI Padang Panjang. 16 tahun 8 bulan pengabdian yang bersangkutan di perguruan tinggi seni tertua di Sumatera itu ia jabat sembari terus memberdayakan sangar-sanggar yang ada di Padang Pariaman. “Tidak hanya di Lubuak Pandan, Sanggar binaan Efyuhardi ada di berbagai nagari seperti di Nagari Kasang Hingga di Kayu Tanam,” tutupnya. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top